Program Turiangisasi Gagal, Petani Pakai Cara Lama - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Program Turiangisasi Gagal, Petani Pakai Cara Lama

Program Turiangisasi Gagal, Petani Pakai Cara Lama

Written By Mang Raka on Selasa, 18 Oktober 2016 | 14.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Program Salebu alias turiangisasi terancam gagal tumbuh secara optimal di Kecamatan Lemahabang. Sebab, selain percepatan tanam yang harus dilakukan, kondisi tanah yang basah dan banjir terus menerus mengakibatkan program upaya peningkatan produksi panen 3 kali setahun ini macet direalisasikan.
Itu diakui Petani asal Sindangkarya Desa Lemahabang, Kenda. Ia mengaku, 5 hektar sawahnya yang ikut program turiangisasi gagal tumbuh kembang. Walaupun usianya sudah 20 hari, namun dirinya bingung. Pertama, ia memang memotongnya seukuran salebu, sayangnya pertumbuhannya terhambat, sebab pengairan yang datang dan hujan yang mengguyur tak bisa dibendung lagi. Bahkan semakin banyak hama lembing yang tak menentu. Karenanya, ia memilih tidak meneruskan program Salebu alias turiangisasi tersebut dan memilih percepatan tanam seperti lahan sawah lainnya dengan cara mengolah kembali. "Ada 5 hektar mah, bingung jadinya, airnya besar hamanya banyak, nyerah aja saya pilih mentraktor lagi walau usianya sudah 20 hari," ungkap dia.
Kenda menambahkan, pertumbuhan tanaman padi lewat turiangisasi tersebut bukan tanpa perawatan, sebab dirinya sudah keluarkan urea agar hasilnya stabil. Tapi kondisi yang tak memungkinkan dan diprediksi gagal, ia membatalkan seluruh sawahnya dalam program turiangisasi ini. "Di urea sudah tapi ya begitu akja tumbuhnya, airnya gak stabil sementara percepatan tanam sudah didepan mata, ya kita ikut yang umum aja jadinya," jelas dia.
Hal itu juga diakui Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Lemahabang Dedi S. Menurutnya program Salebu kurang produktif. Karena petani memilih kembali mengolah tanah. Di lain sisi, memang kondisi air sebenarnya sudah masuk menandakan jadwal tanam harus disegerakan. Sehingga, yang tadinya diporsikan untuk program turiangisasi, justru tidak semudah yang dibayangkan, sampai akhirnya petani menyerah. "Iya petaninya ingin ke pengolahan lagi, soalnya airnya sudah banyak dan Salebu atau turiangisasi ini tidak berjalan optimal," kata dia.
Camat Lemahabang, H Hamdani mengatankan, dalam gerakan percepatan tanam terpadu, ia sesalkan penyuluhan yang kurang maksimal hadir dalam kegiatan pertanian. Disisi lain, dirinya juga menyinggung ketersediaan air untuk pesawahan jelang musim tanam ini, tidak ada lagi program-program Mapag Cai. Bahkan sesal Camat, saat hari pangan yang sedang gencarnya diberitakan media nasional, gaungnya juga tidak terasa di tingkat kabupaten. Terlepas hal itu semua, ia berharap, kondisi sawah di Lemahabang tambah produktif dan petaninya semakin aktif. Terutama untuk pemasukan pajak. "Sekarang ini gak ada Mapag cai atau peringatan hari pangan, belum banyak laporan ke kecamatan. Tapi yang jelas percepatan tanam ini harus optimal terserap, jangan ditunda-tunda lagi," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template