PR Dihapus Tahun Depan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PR Dihapus Tahun Depan

PR Dihapus Tahun Depan

Written By Mang Raka on Jumat, 21 Oktober 2016 | 16.00.00

-Ditanggapi Beragam oleh Kepala UTPD Pendidikan

KOTABARU, RAKA - Kementerian Pendidikan mulai mewacanakan adanya perubahan pola penerapan sistem pendidikan di lingkungan Sekolah Dasar (SD). Mulai dari mengurangi pelajaran, melarang adanya pekerjaan rumah (PR), sampai membolehkan sekolah memungut uang orangtua siswa yang mampu.
Wacana tersebut ditanggapi beragam oleh kepala UPTD Pendidikan di Karawang. Seperti disampaikan oleh Kepala UPTD Pendidikan PAUD/SD Kotabaru, H Anang Sutarman, wacana tersebut sangat mendasar untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, kecuali kaitan dengan pelarangan PR. Karena pekerjaan rumah lebih baik dilihat bagaimana kondisi keseharian siswa. "Kalau untuk pengurangan mata pelajaran, artinya harus ada pelajaran yang diintegrasikan. Karena dengan banyaknya mata pelajaran yang diajarkan, memberikan beban yang cukup tinggi juga kepada anak," ujar Anang kepada Radar Karawang, Kamis (20/10).
Dia menyampaikan, yang diajarkan secara akademik memang lebih baik pelajaran-pelajaran yang pokok saja, seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan sains. Sementara untuk pelajaran lain bisa diintegrasikan kepada ekskul, seperti olahraga dan yang lainnya. "Jadi nanti kemungkinan akan dijadikan akademik dan non akademik. Dengan demikian anak tidak terbebani dengan pelajaran yang sangat banyak," ujarnya.
Kemudian untuk pekerjaan rumah, itu harus dilihat bagaimana kondisi anak sehari-hari. Jika bagi anak yang kesehariannya diisi penuh dengan kegiatan-kegiatan pendidikan, seperti pengajian, sekolah madrasah, les privat, maka harus diberi waktu luang untuk mengekspresikan kehidupan sosialnya, sehingga PR tidak begitu penting. "Tapi bagi siswa yang aktivitasnya banyak luang. Hanya diisi dengan sekolah. Maka harus ada PR, agar anak bisa memanfaatkan waktunya seefektif mungkin," ujarnya.
Ia melanjutkan, PR bagi anak yang siap memang bagus. Tetapi bagi anak yang tidak siap, hanya akan mengarahkan pada keminderan, membuat anak tidak semangat untuk belajar di sekolah. "Sehingga bagi anak yang tidak siap, akan menghilangkan kreativitasnya," ucapnya.
Untuk poin yang ketiga, kaitan dengan diperbolehkannya pungutan terhadap orangtua siswa yang mampu, dia sangat sepakat. Meski demikian, agar tidak adanya penyimpangan, harus adanya transparansi pengelolaan anggaran. Mulai dari perencanaan, rapat dengan komite sekolah, kemudian dirapatkan dengan orangtua siswa. "Karena kalau hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah tentu tidak akan cukup. Sehingga membutuhkan sumber anggaran lain. Makanya ada istilah manajemen berbasis sekolah, yang salah satu pilarnya adalah peran serta masyarakat dalam pendidikan," paparnya.
Dia mencontohkan, kondisi yang terjadi di Kotabaru, karena perspektif masyarakat terkait sekolah gratis itu sangat kuat. Maka pihak sekolah merasa kesulitan melakukan pembangunan secara fisik. Padahal secara fasilitas masih sangat banyak kekurangan. "Ada salah satu SD di Kotabaru yang berada di pinggir jalan raya. Kondisi pagarnya sudah sangat parah. Tapi mereka takut untuk mengajukan anggaran kepara orangtua siswa. Akhirnya dibiarkan saja menunggu bantuan dari pemerintah," paparnya.
Sementara Kepala UPTD PAUD/SD Jatisari, H AT Sukarsa, menyampaikan, memungut biaya dari orangtua siswa yang mampu bisa dilakukan. Karena masih banyak SD yang membutuhkan anggaran, untuk memenuhi fasilitas sekolah. "Jadi memang harus diketahui yah. Bahwa anggaran yang dari pemerintah saja tidak cukup," ujarnya.
Ia juga sepakat antara teori dan prkatek itu seimbang. Sementara yang terjadi saat ini, masih terlalu dominan teori sehingga cenderung memberatkan para peserta didik. "Seharusnya dititik beratkan aplikasi. Teori langsung praktek, teori langsung praktek. Kalau untuk PR, saya lebih sepakat tetap diadakan, karena untuk mengingat apa yang sudah diajarkan di sekolah," ujarnya.(zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template