Polisi Mediasi Sengketa Tanah Lapang Oda - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Mediasi Sengketa Tanah Lapang Oda

Polisi Mediasi Sengketa Tanah Lapang Oda

Written By Mang Raka on Jumat, 28 Oktober 2016 | 15.00.00

TEGALWARU, RAKA - Sengketa tanah lapang di Kampung Bonceret, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru kini menggelinding ke ranah hukum, setelah beberapa kali musyawarah ternyata deadlock. Bahkan, terakhir musyawarah langsung dipimpin Camat Tegalwaru Drs. H. Sujana yang menyarankan agar persoalan diselesaikan melalui jalur hukum.

Melalui rilis tertulisnya yang disampaikan langsung ke redaksi Radar Karawang, melalui seseorang mengaku bernama Aris (ketika menghubungi Radar Karawang via ponsel) Jumadi bin Oda (81) sebagai pemilik tanah secara gamblang memaparkan kronologis kasus yang dikemasnya dalam 10 point desakan. Dari sepuluh point tersebut yang terutama adalah point terakhir berisi permintaan agar tidak ada aktivitas apapun diatas tanah sengketa, termasuk perataan tanah sebelum memiliki kekuatan hukum yang sah.
Terkait itu, Kamis (27/10), Kepala Desa Cipurwasari Saujang Sumarya ketika dimintai konfirmasinya mengatakan persoalan tanah sengketa yang melibatkan Pemerintah Desa Cipurwasari, keseluruhannya sudah diserahkan kepada H. Faizal yang ditunjuk sebagai kuasa hukumnya. "Sementara permasalahan sengketa ini kini tengah ditangani oleh Pak Faizal. Dan sekarang tengah ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor Pangkalan untuk memediasi permasalahan hukumnya," ucap Kades Saujang Sumarya.
Sayangnya, ketika didesak lebih lanjut progres dari penanganan kasus sengketa tanah tersebut, Saujang Sumarya tidak dapat menjelaskan lebih lanjut lantaran keterbatasan pengetahuan tentang hukum yang mereka miliki. "Saya tidak bisa mengeluarkan pernyataan apa-apa," ucapnya.
Sementara ketika Radar Karawang meminta komfirmasi H. Faizal yang ditunjuk pihak Pemerintah Desa Cipurwasari sebagai kuasa hukum, hanya mengatakan kasus sengketa tanah lapangan yang kini sudah jadi lapangan sepakbola itu tengah memasuki ranah mediasi hukum di kepolisian sektor Pangkalan. "Permasalahan tanah lapang bola oda tersebut lagi dimediasi oleh pihak Kepolisian sektor Pangkalan. Dan sementara saya belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut," ucap Faizal.
Sebelumnya, Camat Tegalwaru Drs. H. Sujana sempat memimpin musyawarah terakhir, pada 6 Maret 2015 lalu. Saat itu disaksikan Babinsa AD dan Binmaspol Desa Cipurwasari, selain anggota Satpol PP dan pihak penggugat sendiri (Jumadi bin Oda). Sedang musyawarah dilakukan di aula Kecamatan Tegalwaru. Namun tidak memperolah hasil apa-apa. Tetapi upaya musyawarah masih terus berlangsung meski hasilnya tetap deaclock, hingga akhirnya camat pun mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum karena jalur musyawarah tidak berhasil.  
Camat Sujana, ketika itu dikonfirmasi Radar Karawang usai menyampaikan sarannya menuturkan, tanah yang telah dipergunakan untuk sepak bola itu telah dipergunakan sejak 1975. Memang sebelumnya tanah negara ini telah difungsikan sebagai lahan garapan yang diatur dalam Dekrit Presiden 5 juli 1959, tentang ketentuan pasal 33 UUD dan manifesto Republik Indonesia yang telah ditegaskan dalam pidato Presiden 17 Agustus 1960.
Dekrit itu mewajibkan negara mengatur tentang kepemilikan tanah di seluruh Negara Indonesia yang disebar demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Saya berharap apapun permasalahan tentang tanah apalagi peruntukannya untuk masyarakat dan sangat bermanfaat lebih baik dimusyawarahkan dengan damai dan tanpa harus mengedepankan ego dan pertikaian. Apalagi Desa Cipurwasari secara lingkungan masih ada keterkaitan kekeluargaan," papar Sujana.
Sementara mantan Kepala Desa Cipurwasari, Jaji BA, ketika itu pun sempat mengatakan agar persoalan sengketa tanah lapang Oda itu tidak sampai ke meja hijau. Dia berharap agar persoalan itu dapat diselesaikan lewat jalur musyawarah. "Masalah ini sudah sampai di kecamatan saja, tidak perlu sampai ke pengadilan. Nanti kalau sampai ke pengadilan jadi ribet lagi ini masalah. Bukan saja uang yang habis tapi capek lahir batin," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template