PN Karawang Panggil Ulang PT Indotech - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PN Karawang Panggil Ulang PT Indotech

PN Karawang Panggil Ulang PT Indotech

Written By ayah satria on Rabu, 05 Oktober 2016 | 20.36.00

KARAWANG, RAKA - Untuk kedua kalinya, perkara perdata antara CV Silang Segaran selaku penggugat terhadap PT Indotech Metal Nusantara (tergugat I) dan CV Surya Logam (tergugat II) gagal disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang. Sidang tersebut gagal disidangkan atau ditunda karena kedua tergugat belum bisa hadir meskipun surat panggilan sudah dilayangkan untuk kedua kalinya.
"Sidang ditunda karena kedua tergugat tidak hadir," kata Ketua majelis hakim Tommy Manik SH di PN Karawang, Selasa (4/10) kemarin. Hakim menilai ketidakhadiran kedua tergugat karena tergugat I dan tergugat II belum menerima surat panggilan tersebut. Hal tersebut diketahui karena pihaknya belum menerima relaas (bukti tanda terima surat tersebut). Sehingga, majelis kembali meminta panitera kembali untuk memanggil para tergugat untuk menghadiri sidang pada Selasa (11/4) pekan depan.
Kuasa hukum CV Silang Segaran Ferryanto Piliang SH saat ditemui Radar Karawang usai sidang mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan upaya hukum perdata setelah menilai kedua tergugat tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan pengelolaan limbah scrap di PT Indotech Metal Nusantara. "Kami sudah dua kali mensomasi tergugat I dan tergugat II. Tetapi, hingga perkara ini didaftarkan ke PN Karawang, tidak ada jawaban," kata Ferryanto.
Menurut dia, perkara tersebut dilatarbelakangi adanya kerjasama antara penggugat dengan tergugat I dalam hal pengelolaan limbah scrap pada tanggal 13 Agustus 2015 dengan masa perikatan selama 5 tahun. Namun, pada tanggal 2 Juni 2016 secara tiba-tiba tergugat I menghentikan pengambilan limbah scrap tanpa alasan yang jelas. " Setelah diselidiki diketahui bahwa tergugat I telah melakukan kerjasama pengelolaan limbah scrab dengan tergugat II tanpa sepengetahuan kami," kata Ferryanto.
Ternyata, lanjut Ferryanto, tergugat I dengan Tergugat II telah membuat akta perdamaian tertanggal 23 November 2015. Tergugat I memberikan hak kepada tergugat II untuk mengangkut limbah scrap dari areal pabrik tergugat I selama 10 (sepuluh) hari setiap bulannya. Akibat perbuatan tersebut, penggugat menderita kerugian baik materil maupun immateril Rp 1.560.000.000 (satu miliar lima ratus enam puluh juta)," terang dia.
Akibat perbuatan tersebut, Ferryanto meminta majelis hakim yang memeriksa perkara ini untuk mengabulkan gugatan yang mereka ajukan secara keseluruhan. "Sebab,  tergugat I dan II terbukti secara sah dan menyakinkan perbuatan melawan hukum, karena telah melanggar perjanjian kerjasama,” pintanya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template