Petani Mekarbuana Bangun Saluran Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Mekarbuana Bangun Saluran Air

Petani Mekarbuana Bangun Saluran Air

Written By Mang Raka on Selasa, 25 Oktober 2016 | 13.30.00

TEGALWARU, RAKA - Pemerintahan Propinsi Jawa Barat melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan membantu Gabungan Kelompok Tani di Kecamatan Tegalwaru membangun saluran air di Desa Mekarbuana sepanjang 185 meter. Saluran yang saat ini mulai digarap nantinya difungsikan untuk mengairi sekitar 83 hektare sawah yang berada di wilayah itu.

Disebutkan, saluran air yang dibangun tersebut sebelumnya mengalami kerusakan bahkan sempat longsor sehingga membuat suplay air ke puluhan hektar sawah di Desa Mekarbuana tersendat. Terutama yang berada di Dusun Cijati dan Dusun Parakan Badak. "Sumber dananya dari Pemerintah Jawa Barat tetapi pekerjaannya langsung dikerjakan petani-petani yang tergabung dalam kelompok pengguna air, dan dilakukan secara gotong royong," ucap Ketua Gabungan Persatuan Petani Pemakai Air (GP3A) Buana Jaya, H.Oib, Senin (24/10).
Dikatakannya, pembangunan sudah berlangsung lima hari dan sudah mencapai 10 persen. Kontur alam membuat pekerjaan ekstra maksimal karena jalur saluran yang terbaru terhadang oleh bebatuan sungai Cigeuntis yang cukup besar, hingga batu-batu tersebut mesti dibersihkan dari jalur saluran pertanian yang akan dibuat. "Mudah-mudahan petani tidak lagi gelisah karena pasokan air untuk areal sawahnya terhambat oleh kerusakan kemarin. Sebenarnya persawahan warga terbantu dengan musim hujan saja, kalau tidak hujan mungkin saya yakin petani akan keluhkan perihal saluran air yang rusak karena longsor," jelasnya.
Mahju (40), petani Mekarbuana membenarkan saluran air yang dibangun tersebut cukup vital keberadaannya bagi warga terutama pemilik sawah di Dusun Cijati dan Dusun Parakan Badak. Hingga saat ini air yang menjadi kebutuhan sawah didapatkan dari imbas hujan dan kelebihan sungai saja. Dirinya tidak menampik bahwa jika memasuki kemarau maka petani akan kebingungan dengan rusaknya jalur air itu. "Untungnya prosesnya sudah ada di depan mata jadi kami tidak terlalu kesulitan sekali dan diharapkan menghadapi kemarau nanti saluran sudah selesai jadi kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air," Ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Nugraha (36) warga setempat, memang saluran mengalami longsor Bulan Juni lalu. Bahkan bukan saja petani yang sulit mendapatkan air bahkan warga yang biasa menggunakan air pun kini jarang lagi melakukan aktivitas di saluran tersebut. Dirinya cukup apresiasi dengan kondisi sekarang di bangun saluran air yang memang milik seluruh lapisan masyarakat baik petani dan yang lainnya. "Kami juga sering mempergunakan air saluran itu, bukan saja penting bagi petani juga bagi kami sebagai warga bukan petani," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template