Petani Diambang Gagal Panen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Diambang Gagal Panen

Petani Diambang Gagal Panen

Written By Mang Raka on Selasa, 04 Oktober 2016 | 15.30.00

-HKTI Putar Otak Beri Bantuan

TELAGASARI, RAKA - Cuaca yang tak menentu benar-benar membuat petani kelimpungan. Sulitnya menjual hasil panen kendati panen melimpah tak akan menutupi modal besar yang sudah dikeluarkan.
Kondisi ini membuat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Karawang prihatin dan siap menawarkan formulasi usaha tani di luar kendali eksekutif. Dikatakan ketuanya, Indriyani ST, HKTI sedang melakukan komunikasi intensif dengan stakeholder terkait menyikapi persoalan harga gabah basah, serapan gabah bulog dan permodalannya. Itu dilakukan, agar petani tidak terbebani dengan masa panen yang mendadak diterpa musim penghujan seperti saat ini. Adanya program asuransi dari Jasindo untuk petani, akan diupayakan supaya bisa mengawal program perlindungan terhadap petani. "Kita pikirkan bagaimana agar petani tidak selalu terbebani oleh masa panen yang mendadak dibarengi dengan datangnya musim hujan sehingga menggerus nilai ke-ekonomisannya," jelas wanita ini.
Lebih jauh anggota Komisi A DPRD Karawang ini menambahkan, HKTI dalam waktu dekat  juga akan coba berkoordinasi dengan para petani dalam rangka pengucuran program kredit usaha rakyat (KUR). HKTI akan bekerjasama dengan bank swasta dengan mempermudah mekanisme dan suku bunga yang kecil. Karena, organisasi itu berkomitmen menghapus praktek-praktek rentenir yang merugikan para petani, khususnya dari sisi permodalan yang menelan biaya rata-rata Rp 6-7 jutaan perhektarnya.
Tidak sampai usaha taninya, lanjut Indriyani, HKTI memperingatkan juga bahwa kerjasama KUR ini tidak akan tebang pilih dalam menggarap kreditnya kepada kelompok-klompok tani tertentu. Mengingat secara teknis sebenarnya, siapa saja boleh mengajukan permohonan. Sebab bukan HKTI yang memporsikan siapa yang layak diajukan, tetapi mekanismenya oleh sistem bottom Up yang diharapkan benar-benar tepat sasaran. "Kita ingin hapus praktek rentenir permodalan pertanian dengan KUR yang dikerjasamakan bersama bank swasta dengan suku bunga yang rendah," jelas dia.
Lebih jauh politisi asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini menambahkan,
menjamin KUR yang dimotori HKTI ini supaya tepat sasaran. Nantinya ia menerjunkan semua pengurus HKTI kecamatan untuk mendata atau verifikasi petani-petani yang memang perlu dibantu permodalan dari KUR ini. "Kita siap terjunkan verifikator dari pengurus HKTI di masing-masing kecamatan," kata dia.
Anggota Komisi B DPRD Karawang, Natala Sumendha mengatakan, persoalan harga gabah yang ciut menjelang panen akibat cuaca akan selalu jadi agenda dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Bulog. Bahasan ini sebutnya, harus sampai tuntas agar semuanya terkoordinir dengan baik. "Justru ini harga gabah dan serapan yang akan selalu kami koordinasikan dengan Dinas Pertanian di rapat-rapat," ucap politisi PDIP Karawang ini. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template