Petani Babakan Ngantay Minta Turap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Babakan Ngantay Minta Turap

Petani Babakan Ngantay Minta Turap

Written By Mang Raka on Senin, 03 Oktober 2016 | 14.00.00

TEGALWARU, RAKA - Sepanjang 300 meter saluran air di Kampung Babakan Ngantay, Desa Cintalaksana sampai kini masih berupa bantaran tanah. Petani berharap pemerintah daerah melakukan penurapan, sehingga aliran airnya tidak lancar dan petani tidak lagi kekurangan air.

Dijelaskan, sekitar 5 hektar lahan pertanian di wilayah itu cukup bergantung dengan pengairan saluran air tersebut. Hanya saja air mudah melimpas hingga tidak jarang sawah kekurangan air. Saat ini andalan air yang diharapkan dari tadah hujan. Meski memasuki musim hujan tetapi lahan pertanian warga ada yang belum digarap. Terlebih kontur tanah pun menjadi permasalahan karena air mudah terbuang dengan cepat mencari dataran terendah hingga akhirnya regulasi air bagi lahan menjadi terhambat.
Seperti diungkapkan Udin (56) Minggu (2/10), sawah tidak mudah teraliri air karena pengaturan air terhanbat oleh tidak dibangunnya turap. Saat ini sekitar 10 petani menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian di wilayah itu. Dirinya selain diminta pemerintah membangun turap juga tersier pun bisa menjadi solusi bagi para petani.
"Coba kalau dibuat Galiplah (Tersier kecil, Red ) mungkin petani disini tidak akan kesulitan membagi air untuk lahan pertanian. Sementara saat ini yang coba kami kelola lahan kami dari air curah hujan yang cukup tinggi. Besar harapan kami pemerintah bisa bangun turap dan galip agar air bisa dibagi ke sawah-sawah warga dengan tertib," katanya.
Ditegaskan Ludin (40), pengairan bagi pertanian cukup penting keberadaannya. Hasil panen yang maksimal harus ditunjang keberadaan fasilitas penunjang, salah satu infrastruktur saluran air. Sementara untuk menjaga hal tersebut perlu pemerintah ambil bagian dalam memberikan kenyamanan agar petani bisa menjalan kan proses nya dengan nyaman. "Jika petani memiliki anggaran lebih mungkin akan jauh lebih beda, pasti dibangun saluran tersebut. Saya sudah berkoordinasi dengan pengawas lapangan pertanian PPL Dinas pertanian Kecamatan Tegalwaru. Sementara kapan mau dibangun itu saya belum tahu," jelasnya.
Di tempat berbeda, Camar (35), mengatakan belum semua pengairan tata letak dan pembangunannya dibangun oleh pemerintah. Persoalan anggaran dan teknis pun menjadi pertimbangan dirinya berharap selain ketahanan pangan yang menjadi topik penting, fasilitas pun harus dikelola dengan baik. "Memang ada Gabungan kelompok tani yang mengatur perihal pengairan hanya belum semua bisa dirasakan," katanya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template