Pengetahuan Agama Pelajar Lemah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengetahuan Agama Pelajar Lemah

Pengetahuan Agama Pelajar Lemah

Written By Mang Raka on Sabtu, 08 Oktober 2016 | 13.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Tawuran antarpelajar disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi yang paling utama adalah minimnya pengetahuan agama yang diserap oleh para pelajar. Demikian dikatakan pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Karawang, Deden Ismatullah.
"Jadi memang harus dididik secara mentalnya. Karena mental yang buruk menjadi penyebab hilangnya nurani anak-anak. Sehingga saat melakukan buruk mereka biasa-biasa saja," ujarnya kepada Radar Karawang.
Untuk meningkatkan mental peserta didik, kata Deden, harus meningkatan pengetahuan keagamaan. Paling tidak mempraktekan pengetahuan keagamaan itu di lingkungan sekolah. "Minimal cara berbicara, cara menghormati teman, guru dan lain sebagainya. Itu harus dipraktekan di lingkungan sekolah," ujarnya.
Bahkan lain dari itu, praktek-praktek ibadah seperti salat duha, baca Alquran, hafalan ayat-ayat Alquran, dan lain sebagainya. Yang jelas untuk mencerminkan pribadi yang baik tertanam dalam peserta didik. Sedangkan jika guru agama di tiap sekolah tidak mencukupi, karena banyaknya peserta didik yang harus dibina. Maka bisa melibatkan guru-guru yang ada di pondok pesantren. "Banyak yang memiliki pengetahuan keagamaan baik di pesantren. Bahkan termasuk dalam mempraktekan ilmu agamanya. Jadi sekolah bisa kerjasama dengan pondok pesantren," ujarnya.
Dengan demikian, harus ada kerjasama lintas sektoral antara Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang. Karena yang fokus melakukan pembinaan pondok pesantren adalah Kemenag. "Persoalan kenakalan remaja harus ditangani secara serius. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Karena akan semakin buruk kalau dibiarkan," ujarnya.
Menurutnya, kalau hari kemarin ada korban, maka bisa saja hari-hari berikutnya akan banyak korban yang berjatuhan. Padahal generasi muda, terutama para pelajar merupakan aset bangsa, khususnya aset Karawang. Dan mereka semua harus dijaga. Pemerintahlah yang memiliki peran penting untuk menjaga aset bangsa tersebut. "Jadi memang pemerintah yang harus turun tangan. Dan harus melakukan tindakan konkrit agar tidak ada lagi korban berjatuhan akibat tawuran," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template