Pembinaan PSK Jatisari Dinilai tak Efektif - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pembinaan PSK Jatisari Dinilai tak Efektif

Pembinaan PSK Jatisari Dinilai tak Efektif

Written By Mang Raka on Rabu, 19 Oktober 2016 | 15.30.00

JATISARI, RAKA - Pembinaan Dinas Sosial terhadap para pekerja seks komersial (PSK) yang kerap nongkrong di warung remang sepanjang Jalan Raya Jatisari, dikritik oleh Ketua PAC GP Ansor Jatisari, Anto Suherianto.
Menurutnya, bantuan yang diberikan Dinsos di tempat PSK nongkrong, justru tidak efektif. Terlebih para pemuas nafsu pria hidung belang itu, mayoritas adalah pendatang. "Apalagi PSK yang dapat bantuan itu bukan orang Jatisari. Jadi akan membuat mereka semakin betah tinggal di Jatisari," ujarnya kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, pembinaan yang dilakukan oleh Dinsos terhadap para PSK, merupakan kebijakan yang bisa menjadi bumerang bagi warga Jatisari. Pasalnya, bantuan dari Dinsos seolah menunjukan adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap para PSK. "Kalau dilihat dari sisi kemanusiaannya, alangkah lebih baik dengan mengumpulkan semua para PSK dalam suatu tempat, dan dilatih keterampilan. Agar kemudian selesai pelatihan mereka meninggalkan pekerjaan sebagai PSK," papar Anto.
Kemudian tindak lanjutnya adalah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan operasi secara rutin, agar para PSK tidak kembali membuka praktek prostitusi di tempat mereka biasa mangkal. Karena dengan dibiarkan begitu saja, apalagi seolah didukung oleh pemkab, maka para PSK akan merasa diperbolehkan untuk melakukan praktek prostitusi di warung remang-remang buatan mereka, maupun buatan bos-bosnya. "Harus dihilangkan image Jatisari sebagai tempat prostitusi. Bukan malah didukung," tegasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, di Purwakarta saja, tempat-tempat PSK mangkal digusur dan diganti menjadi tempat jualan tumbuhan, bunga dan lain sebagainya, sehingga para PSK bubar dan tidak lagi praktek di tempat tersebut. Sementara di Karawang, PSK didukung dengan dibekali keterampilan dengan tidak dilakukan rehabilitasi. "Kalau begini, artinya Karawang menjadi tempat penampungan PSK. Padahal kabupaten tetangga sedang dilakukan pemberantasan," pungkasnya. (zie)



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template