Pembangunan Pesantren Baitul Burhan Purnama Mandek - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pembangunan Pesantren Baitul Burhan Purnama Mandek

Pembangunan Pesantren Baitul Burhan Purnama Mandek

Written By Mang Raka on Jumat, 07 Oktober 2016 | 15.00.00

TIRTAMULYA, RAKA - Pondok pesantren merupakan sarana pendidikan yang sangat penting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang. Tetapi perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren nampaknya belum optimal.
Seperti Pondok Pesantren Baitul Burhan Purnama di Dusun Bojongsari RT 02/02, Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya. Pesantren satu-satunya di Desa Bojongsari, itu kondisinya memprihatinkan. Pembangunan pesantren yang dimulai tahun 2011 dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh H Ade Swara, itu sampai saat ini belum rampung. Pembangunannya terhenti karena minimnya anggaran. "Sudah dibangun 8 meter kali 20 meter. Sudah bentuk kerangka, itu ada 5 lokal. Kalau yang sudah ditempati ukuran 10 kali 9 untuk rumah pengajar plus kantor, dan musala 14 kali 14 meter persegi," jelas Pimpinan Baitul Burhan Purnama, H Muhammad Jalaludin Badruzaman.
Meski pembangunannya tergolong lamban, sebagai pimpinan pesantren dan sebagai kiai di desa tersebut, Jalaludin mengaku cukup menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Bahkan secara pribadi dia mengaku tidak akan keliling-keliling untuk mencari bantuan. "Amanat guru, saya gak boleh keling-keliling untuk cari bantuan. Serahkan saja kepada yang lain," ujarnya.
Dia juga memberikan pesan kepada msyarakat, agar menjalankan kehidupan sesuai aturan agama. Atau dalam istilah bahasa Sunda yang disampaikan adalah ngalengkah sing bener, ngajina sing angges. "Alhamdulillah santrinya dari lingkungan saja sudah 70 orang. Pengajiannya kitab kuning dan Alquran," ujarnya.
Diketahui, Jalaludin sebenarnya berasal dari Rajagaluh Majalengka. Bahkan kiai yang terlihat sangat tasawuf itu memiliki latar belakang pendidikan yang sangat mengesankan. Masa kecil sampai kemudian mukim di Tirtamulya itu disibukan untuk menuntut ilmu.
Mulai dari pesantren di Ciamis, di Kempek Cirebon, di Yogya, Lirboyo, Tasik bahkan sampai ke Mesir pada tahun 1992 sampai 1995. Sedangkan pindah ke Tirtamulya tahun 2011, dan mulai mengembangkan pengetahuan keagamaannya di tahun 2013. "Jadi kesini memang benar-benar hijrah. Karena saya bukan asli sini," ujarnya.
Salah satu jamaah pengajian, Kasmin, berharap pembangunan pesantren tersebut bisa segera dilanjutkan. Dan para dermawan bisa berdatangan untuk memberikan bantuan. "Karena ini merupakan tempat untuk memberikan pendidikan keagamaan bagi warga. Terutama anak-anak, remaja dan pemuda. Karena pengaruh keburukan diluar sana sangat tinggi," pungkasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template