Pedagang Maranggi Wanayasa Kekurangan Modal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pedagang Maranggi Wanayasa Kekurangan Modal

Pedagang Maranggi Wanayasa Kekurangan Modal

Written By Mang Raka on Sabtu, 08 Oktober 2016 | 11.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Hingga saat ini, sudah 20 tahun lebih Bah Aji menekuni pekerjaan berjualan sate maranggi. Ditemani anak dan sang istri, pria berusia 60 tahun itu menjajakan dagangannya di pinggir jalan tak jauh dari Kantor Desa Simpang, Kecamatan Wanayasa.
"Sudah dua puluh tahun lebih, abah dagang maranggi disini mah. Alhamdulillah, rezekinya sudah dinasibkan dari berjualan sate maranggi kayaknya," kata Bah Aji, kepada Radar Karawang, kemarin.
Menurutnya, dari segi pengolahan bahan dasar maranggi di Purwakarta tidak terlalu banyak perbedaannya. Hanya saja mungkin pada cara penyajian dan bahan sambalnya. "Sama saja, kalau bahan dan cara pembuatanya sate maranggi, mungkin yang beda kadang sambelna saja," ungkapnya.
Ia mengatakan, berjualan di Jalan Wanayasa sangat menguntungkan. Biasanya, dalam sehari, lanjut Bah Aji, bisa menghabiskan paling sedikit 10 kilogram daging sapi, dengan asumsi per kilo daging menjadi 100 tusuk maranggi. "Kalo masa liburan, seperti pas Agustusan kemarin bisa mencapai 30 kilogram daging sapi," bebernya.
Lebih lanjut ia mengatakan, tidak ada perbedaan antara sate Wanayasa dengan sate maranggi Plered. "Mungkin yang membedakan disana tukang dagangnya kumpul jadi rame, kalau disini biasanya dipinggir jalan," kata dia.
Bah Aji berharap, peran serta pemerintah bisa maksimal lagi dalam pembinaan para pedagang kecil seperti dirinya. "Kalau bisa tolong sampaikan ke pak Bupati, saya masih perlu modal dagang, saya ingin agar warung abah bisa lebih besar," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template