One Way System di Jalan Niaga Gagal Diberlakukan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » One Way System di Jalan Niaga Gagal Diberlakukan

One Way System di Jalan Niaga Gagal Diberlakukan

Written By Mang Raka on Selasa, 11 Oktober 2016 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Penegakan rambu lalulintas di Jalan Arif Rahman Hakim atau Jalan Niaga mesti dipertegas. Selama ini di ruas jalan itu disiplin lalulintas pengendara masih dinilai rendah. Hal itu yang sering mengakibatkan kondisi lalulintas jadi macet dan semerawut.

Seperti diungkapkan Mumuh Muhtadi (32) penjaga parkir di Jalan Niaga. Dia mengatakan untuk macet itu sering terjadi akibat kesemerawutan pengendara. "Baik motor dan mobil, pengendara susah diatur kadang aturan berlaku hanya ada polisi saat jaga saja," ujarnya kepada Radar karawang, (10/10).
Ia menambahkan pada waktu-waktu jam kerja sekitar jam 12.00 Wib dan 16.30 Wib biasanya itu waktunya macet. Karena jam seperti itu saat padatnya lalulintas di ruas tersebut. "Kadang ada juga masyarakat sekitar yang keras kepala dan tidak mau mengalah. Masing-masing ingin duluan sehingga mengakibatkan macet," ujarnya.
Jefri (32) penjaga parkir mengatakan sudah tidak aneh kejadian mobil dan motor melawan arus meski sepanjang Jalan Niaga ini sebetulnya sudah satu jalur (one way System). "Jangankan mobil atau motor biasa mobil Polisi dan LLAJ juga ada yang melawan arus," ujarnya.
Terkait pelanggaran lalulintas di ruas Jalan Arif  Rahman Hakim, anggota Pos Lantas Gempol Aipda Ali Mardi mengatakan dalam satu hari kepolisian selalu mengontrol hingga 4 kali pengontrolan dari pukul 8 Wib - 10 Wib. Kalau sore pukul 16.00 Wib - 18.00 Wib. "Saat kita patroli untuk yang melanggar akan langsung diberikan penilangan," ujarnya.
Ia menambahkan ada dari masayarakat yang tidak mau mengikutin aturan, akibat kurangnya kesadaran dari pengendara. "Polisi kan tidak mungkin seharian nongkrong disitu. Apalagi disitu kan sudah ada rambu-rambu lalulintasnya," ucapnya seraya menambahkan yang menjadi kendala banyak warga sekitar yang mau keluar lingkungannya motong jalan. Padahal itu melanggar rambu-rambu lalulintas.
Disinggung soal petugas yang mengendarai kendaraan bertentangan dengan rambu-rambu lalulintas. Sebetulnya ada hal-hal yang memperbolehkan seperti mobil ambulance boleh-boleh saja melawan arus demi kemanusiaan. Sama halnya mobil petugas itu dilakukan demi menegakkan hukum. (mg2)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template