Oknum Wartawan Minta Japrem Perbaikan Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Oknum Wartawan Minta Japrem Perbaikan Jalan

Oknum Wartawan Minta Japrem Perbaikan Jalan

Written By Mang Raka on Jumat, 07 Oktober 2016 | 15.30.00

-Hentikan Proyek, Nyaris Bentrok dengan Warga

LEMAHABANG WADAS, RAKA- Selain Oknum LSM yang sempat menahan pengerjaan jalanan cor di Dusun Kedoya Desa Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan, puluhan oknum wartawan juga sempat cawe-cawe pengerjaan jalanan cor sepanjang bodeman Dusun Peundeuy-Tanjungsari Desa Pulojaya Selasa kemarin. Secara bergerombol, pekerjaan yang baru setengahnya dikerjakan, terhenti akibat oknum wartawan mempermasalahkan begisting jalanan yang tanpa papan proyek tersebut.
Tokoh pemuda Kecamatan Lemahabang, Amir mengatakan, jalanan Peundeuy-Tanjungsari dikerjakan sejak Senin malam. Di malam hari, mendadak banyak segerombolan oknum yang mengaku sebagai wartawan. Mereka datang dalam jumlah yang banyak hingga mencapai 20 orang lebih. Saat tiba di jalanan yang baru dikerjakan setengahnya, oknum tersebut mengukur sendiri dan meminta orang-orang Dinas Bina Marga menghentikan perbaikan. Usai mempermasalahkan kualitas yang konon tak sesuai, puluhan oknum wartawan ini ujung-ujungnya minta jatah koordinasi dengan ancaman akan menerbitkan temuan mereka di koran.
Meskipun sempat bersitegang dengan warga setempat yang bersyukur sudah dibangunkan jalan, masalah ini bisa teratasi setelah oknum ini pulang sendiri-sendiri. Dirinya tidak tahu darimana oknum-oknum ini datang. Andaikata memintai jatah, harusnya langsung ke orang dinas atau rekanan. Bukan malah tega menghentikan pekerjaan dengan menelepon kesana kemari. "Ya saya ada di tempat malam itu, oknum semacam ini kalau gak diredam, sudah diserang warga saat itu juga," kesal dia.
Senada dikatakan Bendahara Desa Pulojaya Atam, akibat ulah oknum wartawan itu, kepala desa sampai turun tangan. Ia menyesalkan aksi culas penghentian pekerjaan dengan cara-cara koboi yang ujungnya hanya meminta jatah-jatah koordinasi. Karena, urusan uang harusnya tidak harus menganggu ketentraman masyarakat. Diakui Atam, memang jalanan dengan ketebalan 20 sentimeter tersebut belum sempurna versi para oknum. Tapi begisting yang sudah sesuai disempurnakan, tidak jelas apa lagi yang dipermasalahkan. Mungkin saja, kalau saat kejadian tidak terbendung, bentrok antar warga dengan para oknum ini tidak bisa dicegah. "Semua oknum itu gak satupun yang saya kenal, bergerombol datang dan meminta menghentikan pekerjaan saja," ketus kades. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template