Nilai UKG Jelek, Guru Bolos - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nilai UKG Jelek, Guru Bolos

Nilai UKG Jelek, Guru Bolos

Written By ayah satria on Rabu, 05 Oktober 2016 | 20.47.00

TEMPURAN, RAKA - Sudah memiliki nilai kurang memuaskan di Ujian Kompetensi Guru (UKG) 2014 lalu, sejumlah Guru Pembelajar (GP) yang dibina para mentor dalam 6 kali pertemuan, masih aja ada yang absen tidak masuk "Ujian Remedial" kompetensi guru tersebut. Meskipun hasilnya sebatas untuk pemetaan pemerintah pusat soal kualitas guru, namun konsekwensi ketidakhadiran otomatis akan berdampak negatif dalam sistem pembelajaran secara online tersebut.
Kata Kepala UPTD PAUD/SD Kecamatan Tempuran, Ana Juana S.pd mengatakan, para guru gabungan dari Tempuran, Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Cilebar dan Banyusari, kembali dibina dalam program Guru Pembelajar (GP). Para peserta itu, selain yang sudah memiliki NUPTK baik PNS maupun honorer, juga adalah guru yang hasil UKG nya rata-rata dibawah standar. Sehingga sambung Ana, dengan GP yang dibina mentor dan pengawas, diharapkan bisa semakin menambah kualitas guru yang disyaratkan Kemendikbud.
Disebut penting karena, sambung dia, perlu dibangkitkan kembali tentang kemampuan akademik di berbagai mata pelajaran, rasa percaya diri memberi materi ke anak, dan kerapian administrasi. "GP itu ya untuk yang sudah punya NUPTK dan nilainya yang dibawah standar UKG. Ini demi memenuhi kualifikasi guru sesuai pemetaan pemerintah," tambah dia.
Lebih jauh Ana menambahkan, sayangnya, meskipun GP ini penting, masih ada guru peserta yang jarang masuk dalam pertemuan yang dipusatkan di SDN Pancakarya 1 ini. Dirinya berupaya memanggil para guru tersebut agar mau mengikuti GP sampai tuntas dan memperbaiki nilai merah. Disamping juga, sistem yang akan mengaturnya secara online soal keefektifannya dalam GP. Jangan sekedar ikut GP tandas Ana, tapi memang ini perlu diikuti oleh semua guru, apalagi yang statusnya sudah PNS. Jangan khawatir dan malu untuk meningkatkan kualitas. "Masih ada yang jarang masuk, itu yang akan kami panggil memintai penjelasan, apalagi yang sudah PNS," sambung pembina GP Kecamatan Tempuran ini.
Sementara itu, Pengawas UPTD Paud/SD Kecamatan Tempuran, Dadang Hermawan mengatakan, jumlah peserta GP di SDN Pancakarya 1 ini sebanyak 62 orang dari berbagai kecamatan. Mereka, selain memilki akun masing-masing, para peserta ini diakui Dadang adalah guru dibawah standar dari hasil UKG 55. Yang terpenting dalam GP ini sebutnya, adalah sejauh mana prfesional dan pedagogik guru dikuasai. Karena tidak sedikit guru yang ngajar kelas bawah (1,2,3) tapi hasil UKG nya justru level kelas atas (4,5 dan 6).
Mereka sambung Dadang, dari 10 modul pelatihan, jika yang kurang alias merahnya hanya 1-2 modul, maka disebut terbaik saat UKG dan dijadikan mentor di GP ini. Sedangkan yang jadi peserta GP saat ini adalah GP yang di Moda Daring Kombinasi yang kekurangan atau merah 4-6 modul. Karenanya, para peserta GP ini harus melaksanakan tatap muka dan online agar hasil GP dengan kata lain "remedial" ini  sesuai standar pemerintah. Sebab sebut Dadang, karena tahun depan syarat kompetensi guru SD yang mengajar nilai UKGnya harus diatas 6,5. "GP ini agar guru memiliki kompetensi yang sesuai, isinya ya ada peserta, mentor, pengampu (klasifikasi akademisi pembina dari online)," sambungnya.
Lebih jauh Dadang menambahkan, dalam 1 sesi saja harus 7 ceklis online, sehingga jika ada guru yang sengaja tidak hadir, maka sama saja tidak mengerjakan tugas, dan bisa dicoret dari peserta GP. Karena yang hadir saja, sistem onlinenya juga terpantau oleh mentor, apalagi yang tidak hadir. Meskipun tidak ada sanksi soal pangkat dan reward, tapi ini penting sebagai pemetaan pemerintah pusat. "Kalau tidak hadir, sama saja tidak mengerjakan tugas dan harus dicoret dari kepesertaan GP," tutup dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template