Musim Tanam di Cintawargi Terhadang Petir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Musim Tanam di Cintawargi Terhadang Petir

Musim Tanam di Cintawargi Terhadang Petir

Written By Mang Raka on Senin, 17 Oktober 2016 | 14.30.00

TEGALWARU, RAKA - Petani Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru, merasa bimbang menggarap lahannya menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi sepekan terakhir. Mereka pesimis jika memaksakan menggarap sawah bibit padi akan mati terendam banjir.

Sebagian petani kebanyakan memilih waktu siang atau sore hari lakukan pengolahan lahan dengan cara di traktor. Tapi dengan masuknya musim hujan, mereka mengakui khawatir. Pasalnya curah hujan yang tinggi dibarengi petir bukan hanya mengancam lahan sawahnya tetapi juga nyawa karena bisa saja sewaktu-waktu petir menyambar mereka.
Kendati demikian mereka untuk saat ini mensiasati hal itu dengan memanfaatkan waktu yang aman saat tidak turun hujan agar bisa lakukan pengolahan lahan sawahnya di pagi atau disiang hari. Memang sudah menjadi kebiasaan petani Karawang selatan mengolah lahan sawah dengan cara di traktor ketika sore bahkan malam hari karena kadang mereka paruh waktu mengerjakan itu karena kadang disibukan juga dengan beberapa jenis kegiatan seperti berkebun dan ada pula yang kerja serabutan di siang harinya.
Walim (40) petani asal Kadumungkus, Desa Cintawargi menjelaskan jika mengolah lahan sawah pada sore hari tidak terlalu panas oleh terik matahari dan cuacanya lebih nyaman. Tapi kini dirinya mengakui mesti mengerjakan pengelolan lahan pada pagi atau bahkan malam hari hindari hujan. "Kadang saya mesti kebut-kebutan dengan alam apalagi kalau hujan ngeri petirnya. Soalnya kini hujan kadang di sertai petir yang cukup tinggi. Saya milih berhenti beraktivitas. Memang karena saya kadang mesti berkebun juga jadi mengolah lahan sawah kadang waktu sengggang di sore hari saya manfaatkan bajak sawah pake traktor di sore hari. Soalnya lebih adem," tandasnya.
Namun lain lagi dengan H.Ilyas (50), dirinya kini mesti mengerjakan bajak sawah di pagi hari saja. Dirinya mengakui sore hari sebelumnya sering lakukan pembajakan menggunakan traktor. Kondisi petir cukup membuat pekerja dirinya khawatir. Bahkan dirinya menerangkan jika yang bekerja padanya dilarang bekerja jika hujan datang,Karena khawatir malah menjadi masalah bagi keselamatan pekerja nya.
"Mending saya suruh berhenti. Walaupun pekerja saya kadang selalu mengutarakan tanggung karena pekerjaan sedikit lagi selesai tapi saya tidak mau mengambil resiko. daripada jadi masalah lebih baik urungkan kerjanya dan memilih melanjutkannya nanti atau esok hari. Memang curah hujan disertai petir kini cukup membuat rasa khawatir bukan saja bagi kami petani tapi juga masayarakat yang lainnnya," ucapnya.
Di tempat terpisah, Sedon (41), warga Cintawargi juga, menerangkan curah hujan tinggi di sertai petir,Untuk wilayah kecamatan Tegalwaru agak lumayan tinggi. Rasa was-was warga pun kini cukup membuat sebagian masyarakat merasa khawatir. Dampaknya begitupun kepada para petani saat mengolah lahan nya karena sudah masuki musim produksi agar tepat waktu panen.
"Petir yang membuat khawatir cukup dirasakan oleh aktivitas warga merasa was-was. Saya pun merasakan hal yang sama ketika hujan kadag disertai petir dengan curah yang tinggi. Dan dampaknya yang cukup lumayan malah berdampak juga ke para petani jadi kadang mereka kurangi frekwensi pola tanam yang sekarang kini sudah mulai masuki musim tanam bersama," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template