Motor Tril Digandrungi Warga Karawang Selatan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Motor Tril Digandrungi Warga Karawang Selatan

Motor Tril Digandrungi Warga Karawang Selatan

Written By Mang Raka on Rabu, 19 Oktober 2016 | 12.30.00

TEGALWARU, RAKA - Areal wilayah pegunungan, memaksa warga yang mempunyai kendaraan roda dua untuk mengubah fungsinya dari motor santai menjadi motor trail. Kebanyakan mereka berasal dari kalangan petani perbukitan. Karenanya mobilitas dengan motor trail mobilitas mereka terbantu.


Kehadiran motor trail yang hampir mayoritas di sukai serta di idam-idamkan anak-anak malah berujung keramaian. Bahkan kini beberapa bengkel pun dapat hikmah dari fenomena trail di Karawang Selatan. Icrit (36) misalnya, salah seorang pemilik bengkel las dan mesin di Kampung Cipeuteuy Tonggoh menyampaikan, hampir setiap hari satu atau dua motor di pesan untuk jenis trail anak-anak. Dirinya malah mendapat berkah dengan ada nya minat bangun motor laga tersebut.
"Jauh lebih baik sebelum bengkel mesin yang saya miliki tidak seramai sekarang. Hampir tiap hari satu atau dua motor masuk untuk bisa dibangun jenis motor trail tapi kelas anak-anak. Besar kisaran bangun itu memang relatif jika ikuti gambar pesanan yang mereka bawa maka harga sampai dengan Rp.5.000.000 Rupiah tapi kalau berdasarkan mekanik hanya perlu mengocek Rp.2.000.000 saja ko,Dalam satu minggu motor bisa langsung di bawa," ungkapnya.
Jebrag (22), warga mengatakan dirinya mengakui bahwa wabah trail bagi anak-anak di Wilayah Kecamatan Tegalwaru cukup meriah.Keberadaan fenomena itu bahkan cukup bisa di manfaatkan oleh para pemilik bengkel las karena kebanjiran omset pekerjaan.Tapi dirinya juga mengakui kadang ada pula warga yang merubah kendaraan nya karena mereka petani wilayah perbukitan.
"Kalau memang punya uang lebih dan juga kalau warga nya mampu mungkin mereka pasti bangun motor hingga jadi trail. Tetapi kalau tidak punya uang cukup motor yang ada hanya pasang spak bor depan dan belakang juga ganti ban aja udah jadi trail dadakan yang pentingkan kendaraan itu bisa masuk gunung dan mampu bawa barang dengan selamat," paparnya.
Berbeda dengan Joni (34), dirinya tertarik dengan trail tapi tidak untuk kebutuhan anaknya melainkan untuk kebutuhan kerjanya di ladang bukit.Dirinya akui wabah trail lumayan besar dampak nya bagi warga,Dan hampir setiap sore anak-anak belajar motor trail di lapangan dengan aksi dan lucu gaya mereka."Yang penting mereka ga ugal-ugalan di jalan utama dan yang paling utama mereka hanya unjuk kebolehan nya saja,kadang perkara nya masalah kebutuhan bahan bakar nya saja jadi polemik bagi suami istri ,Tapi selagi positif saya pun ikut andil tapi kebutuhan kami sejauh ini memang penting bagi keseharian kerja saya saja," terangnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template