Minimarket Terus Menjamur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Minimarket Terus Menjamur

Minimarket Terus Menjamur

Written By Mang Raka on Sabtu, 22 Oktober 2016 | 15.00.00

- Gerakan Belanja di Warung Tetangga Bisa Jadi Solusi

PURWAKARTA,RAKA - Melalui Gerakan Belanja di Warung Tetangga (GBWT) masyarakat Purwakarta mulai diajak membiasakan belanja di warung-warung tradisional terdekat milik masyarakat lokal. Program yang digagas para pegiat ekonomi kerakyatan ini sebagai antitesa menjamurnya minimarket di Kabupaten Purwakarta yang belakangan ini sudah merambah ke wilayah pedesaan.
"GBWT akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat lembur. Dan saat ini kami sengaja fokus mengsosialisasikannya kepada masyarakat pedesaan, karena minimarket saat ini ternyata sudah merambah ke pelosok-pelosok desa," ujar H. Ikhsan, penggiat ekonomi kerakyatan asal Kecamatan Wanayasa, kemarin.
Menurutnya, GBWT lebih tepatnya bertujuan penguatan ekonomi kerakyatan. Dimulai dari gerakan membelanjakan kebutuhan rumah tangga ke warung kecil yang berada dekat dengan rumah, maka secara tidak langsung akan mengembalikan kekuatan ekonomi masyakat lokal. Keberdaan bisnis waralaba atau tempat pembelanjaan modern itu dituding sebagai virus yang membuat ekonomi masyarakat desa samakin terpuruk. Sebab usaha milik pemodal besar itu secara tidak langsung telah merebut pangsa pasar lokal. "Kegiatan sosialisasi GBWT ini akan terus dilakukan dengan menggandeng organisasi kepemudaan di tingkat desa masing masing. Mereka diberi tahu pemahaman tentang perekonomian era globalisasi, yang jika dibiarkan dan tidak dibatasi akan merusak ekonomi masyarakat desa," kata dia.
Terobosan GBWT ini, kata dia, telah mendapat dukungan luas. Pertengahan September 2016 lalu, GBWT Purwakarta diundang oleh karang taruna tingkat Provinsi Jawa Barat. Pengurus karang taruna provinsi tertarik dan akan mengupayakan program ini bisa masuk pada program karang taruna tingkat nasional. "KT Prov Jabar juga akan menyiapkan tim ahli untuk mendukug gerakan ini, berupa konsultasi penataan warung, managemen warung dan segala sesuatu yang dirasa dapat meningkatkan daya saing warung tatangga," terang H. Ikhsan.
Dia menjelaskan, agenda besarnya dari GBWT ini adalah mendukung program pemerintah pusat mewujudkan Nawacita pembangunan salah satunya, kedaulatan ekonomi. "Yaitu, membangun Indonesia mulai dari desa, meningkatkan daya saing pedesaan dan menggali serta meningkatkan potensi urang lembur," jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap (BPMPTSP) Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana mengklaim, sebaran mini market di Purwakarta masih dalam jumlah yang normal. "Minimarket yang sudah beroperasi di Purwakarta sebanyak 120. Itu izin yang kami terbitkan dan itu masih normal," ujarnya.
Jumlah itu, kata dia, merupakan akumulasi sejak 10 tahun terakhir atau sejak 2006. Sehingga, dirinya berani menyebut masih normal dan tidak berpengaruh negatif terhadap keberadaan pelaku-pelaku usaha kecil di pedesaan. "Selama 10 tahun jumlah mini market yang ada 120, termasuk wajar dan tidak merajarela," kata Iyus.
Dia menjelaskan, lebih dari 50 persen mini market yang beroperasi itu, kebanyakan di wilayah perkotaan. Meskipun, dia tidak memungkiri mini market yang beroperasi ada di wilayah pedesaan. "Kebanyakan tersebar di wilayah perkotaan antara Purwakarta, Jatiluhur, Babakan Cikao. Kalaupun ada di pedesaan, itu kebanyakan di wilayah industri. Adapun untuk di Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Pondok Salam, Plered, Tegalwaru, Maniis jumlahnya sedikit sekali. Memang ada, tapi hanya  dipinggiran Jalan Raya saja," katanya.
Hanya saja, meski jumlahnya diklaim masih normal, pemerintah setempat tidak membatasi jumlah mini market, termasuk tidak menargetkan harus berapa minimarket berdiri. "Di Purwakarta mini marketnya memang tidak dibatasi sampai harus berapa. Tapi agar tidak menjamur dan mengancam pelaku usaha kecil, sesuai intruksi pak bupati pengawasan perizinannya diperketat," ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template