Mahalnya Gelar Haji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mahalnya Gelar Haji

Mahalnya Gelar Haji

Written By Mang Raka on Rabu, 05 Oktober 2016 | 12.00.00

MENJADI seorang haji di Indonesia sangatlah mahal. Karena seorang yang bisa berhaji, tidak hanya mampu untuk membeli tiket saja, tetapi harus mampu membiayai embel – embelnya pengurusannya.

"Bisa dibayangkan berapa biaya yang dikeluarkan dari awal mendaftar, berangkat, sampai pulang kembali. Itu semua demi mendapatkan gelar haji," ungkap Iip Syarip Hidayat, pengamat masalah pendidikan, baru-baru ini melalui surat elektroniknya. Kalau diamati perjalanan orang Indonesia untuk mendapatkan gelar haji ini, dari  mulai mendaftar sampai berangkat dan kemudian pulang kembali ketanah air. Itu membutuhkan biaya, waktu tenanga yang tidak sedikit. Contohnya ketika seseorang  ingin pergi berhaji maka dia harus menunggu sampai 10 tahun bahkan 12 tahun sampai bisa menunaikan ibadah haji tersebut.
Mendekati waktu yang ditentukan, biasanya ia akan melakukan syukuran (nadzar). Nadzar ini bisa menghabiskan biaya yang cukup besar, karena mengundang semua keluarga, sahabat, kerabat serta handaitaulan yang tujuannya untuk berbagi kebahagiaan dan memohon do’a kelancaran dan keselamatan dari semuanya. Layaknya hajatan, terkadang nadzar ini menghadirkan ulama atau ustadz untuk mengisi acara ceramah, pengajian dan lainnya.
Pada hari H, biasanya seseorang yang berangkat haji akan diantar oleh keluarga, tetangga dan sahabat dengan menggunakan beberapa mobil kecil dan bahkan sampai 2 atau bus. Baiaya  untuk mengantar ini,  biasanya ditanggung oleh jemaah haji sendiri. Padahal antara mereka yang mengantar dan jemaah hajinya tidak menuju ke tempat yang sama karena jemaah haji biasanya disatukan dengan jemaah haji yang lain dan ditampung di satu tempat.
Setibanya di mekkah para jemaah haji ini akan sibuk memikirkan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Tak sedikit dari mereka yang harus merogoh kocek dalam- dalam demi membawa oleh- oleh untuk keluarga dan sahabat. Selain itu, selama para jemaah haji berada di tanah suci mekkah, pihak keluarga yang di tanah air harus mengadakan pengajian hampir setiap malam atau seminggu sekali sampai waktu kepulangan jemaah haji tersebut. Tujuanya supaya keluarga yang sedang menunaikan ibadah haji selalu dalam kedaan sehat, selamat dan bisa pulang ke tanah air.
Selain membeli oleh-oleh dari tanah suci mekkah, keluarga yang ada di tanah air juga mempersiapkan oleh-oleh dari khas mekkah yang ada di Indonesia. Hal ini untuk mengantisipasi kekurangan oleh–oleh yang dibawa dari mekkah. Hal seperti ini tidak bisa dianggap enteng. Karena itu mereka harus menyediakan uang banyak untuk urusan oleh-oleh tersebut.
Jemaah yang telah beres menunaikan ibadah haji, ketika pulang mereka akan di jemput kembali oleh pihak keluarga. Namun ini agak berbeda dengan mengantar. Penjemputan jemaah haji biasanya hanya keluarga terdekat saja. Setelah tiba di tanah air, ia akan disambut dan ditengok oleh para saudara dan sahabat. Kegiatan ini selain menceritakan pengalaman selama di tanah suci, mereka akan saling bertukar oleh-oleh dengan barang bawaan masing – masing. "Rangkaian kegiatan dari mulai proses keberangkatan hingga kembali ke rumah ini, inilah yang dikatakan untuk menjadi haji ternyata membutuhkan biaya yang sangat mahal," tuturnya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template