KWH di Kantor Pertanian Gosong - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » KWH di Kantor Pertanian Gosong

KWH di Kantor Pertanian Gosong

Written By ayah satria on Kamis, 06 Oktober 2016 | 17.38.00

Tower BTS Jadi Penghantar Petir Efektif

PANGKALAN, RAKA - Tower Provider BTS (Base Tranceiver station) di Kampung Kidang Rangga, Desa Cintaasih, kembali dikeluhkan, Rabu (5/10). Tower itu menjadi perusak paling potensial peralatan elektronik warga dibawahnya lantaran menjadi media penghantar petir sangat efektif melalui jaringan listrik yang masuk ke rumah warga.
Sebenarnya keberadaan tower dekat dengan lingkungan sudah menjadi polemik antar warga dengan pemilik lahan. Hanya saja bisa diredam dan tidak berkepanjangan. Tapi kini warga mulai mempersoalkan keberadaan tower BTS tersebut. Akibat cuaca buruk hujan disertai petir, tower malah menjadi penghantar, dan akibatnya malah fatal beberapa barang elektronik milik warga banyak yang rusak.
Memang menurut pengakuan warga ada penggantian dari pengelola tower tersebut. Akan tetapi hal yang sama kembali terulang dan hingga akibatnya warga pun berulang-ulang mengalami kerusakan barang-barang elektronik. Warga berharap ada pemeriksaan bersama alat tahan petir yang dimiliki tower agar tidak lagi menjadi penghantar petir yang terus-terusan membuat warga rugi.
Ucu (37), petugas kantor Pertanian Kecamatan Pangkalan, membenarkan setiap kali turun hujan disertai petir, KWH (kilowatt hour) PLN milik kantornya mengalami kerusakan. Menurut dugaan dirinya petir menghantar tower terurai hingga kabel dan menyusuri yang dekat dengan tower hingga sampai ke kantor dan akibatnya KWH Kantor pun jadi rusak. "Kwh kantor saja sampai gosong," ucapnya.
Bahkan Ucu mengaku takut berada di kantor saat hujan turun. Apalagi setelah lampu-lampu di kantornya banyak yang mengalami kerusakan. "Kalau menurut saya jika tiap hujan dan petir terus seperti itu malah akan sangat berbahaya bagi kami yang berada dekat dengan kantor Pertanian," jelasnya.
Hal serupa diungkapkan Away (40), juga warga Kidang Rangga, dirinya tidak menyangkal jika turun hujan dirinya juga warga lainnya siap-siap membenahi alat-alat elektroniknya karena khawatir menjadi sasaran imbas petir yang dihantarkan oleh tower. Menurutnya salah satu penyebab yang dirinya ketahui alat penangkal petirnya tidak berfungsi dengan baik. "Jika di rumah-rumah tinggi yang arde (alat penangkal petir, red) terpasang dengan aman tidak mungkin jadi penghantar petir. Yang saya khawatirkan alatnya dicuri oleh orang hingga tidak berfungsi lagi dengan baik, hingga akibatnya malah menjadi penghantar petir. Ini perlu diklarifikasi serius agar warga yang dekat dengan tower tidak perlu lagi was-was," paparnya.
Ditegaskan oleh warga Kidang Rangga, Saeful (29) dirinya mengakui bahwa keberadaan tower dari awal pun sudah menjadi polemik antar warga dan pemilik tapi tidak mencuat serta warga pun mulai menyadari pentingnya adanya tower. Maka komunikasi bisa berjalan dengan baik. Tapi kini dengan adanya permasalahan tersebut warga mulai mengeluh agar pemilik tower bisa memberikan rasa nyaman bagi warga sekitar.
"Jangan sampai keberadaan tower malah memupuk rasa kesal dan menjadi permasalahan. Sebenarnya warga sangat terbantu dengan adanya tower. Tapi jika ada masalah seperti ini dan rutin di setiap hujan berarti ada masalah yang mesti dibenahi oleh tower BTS tersebut. Saya yakin pasti alat penangkal petir ada yang bermasalah karena setiap hujan dan petir tinggi barang-barang elektronik warga banyak yang rusak," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template