Kutalanggeng Terancam Banjir Besar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kutalanggeng Terancam Banjir Besar

Kutalanggeng Terancam Banjir Besar

Written By Mang Raka on Sabtu, 22 Oktober 2016 | 16.00.00

TEGALWARU,RAKA - Sejumlah wilayah di Kecamatan Tegalwaru berpotensi dilanda banjir, terutama daerah-daerah yang dilintasi aliran sungai. Perkiraan itu setelah mencermati kondisi sungai yang mengalami pendangkalan, sehingga dapat mengakibatkan sungai tidak mampu menampung debet air hingga akhir meluap.

Sungai yang alami pendangkalan akibat sedimensi seperti Sungai Cikumpeni yang terbentang di beberapa wilayah di Kecamatan Tegalwaru. Sungai ini memiliki lebar satu meter dengan Ukuran maksimal dua meter. Jika mencermati pendangkalan dan lebar sungai potensi banjir yang diakibatkan rata-rata bukan saja mengancam perumahan-perumahan warga tetapi fasilitas umum, seperti jalan hingga jembatan pun terancam abrasi, retak hingga rapuh. Tetapi jika luapannya menggenangi jalan utama maka jalan pun terancam mudah rusak hingga perlu penanganan serius menyikapinya.
Afiyani Firdaus Syamsudin (39), asisten dosen Fakultas Pakuan Bogor yang sedang riset menganalisa dampak sungai di wilayah Kecamatan Tegalwaru menyampaikan, dataran tinggi memang wilayah yang berpotensi sungainya mengalami sedimensi. Jika hutannya bermasalah seperti mengalami kekeringan, pembabatan hutan atau illegal logging serta kontur tanah tidak stabil. Maka sungainya menjadi sarana mobilisasi air dengan volumenya,Dan ketika saya kombinasikan dengan permasalahan di Karawang selatan ini terkait masalah alam kontur karakteristik tanah memang menjadi analisa tersendiri. "Ulah manusia hampir 7 persen mempengaruhi sungai disini mengalami sedimensi karena penopang gunung banyak yang gundul," jelas Asdos yang sedang mengambil Sarjana Strata 2 nya itu, Jumat (21/10).
Sementara Agisa (26), warga bantaran Sungai Cikumpeni mengatakan air sungai banyak menggenangi jalan, baik jalan setapak maupun jalan utama. Melihat dari masalah dirinya tidak menampik bahwa warga kurang menyadari pentingnya kebersihan, hingga sampah mengalami macet sehingga meluapkan air. "Kalau saya tidak tahu mengerti jika hutan gundul atau tidak tapi hingga saat ini warga yang kurang faham kesehatan sering banyak yang buang sampah di sungai. Jika warga yang mengerti mereka banyak membangun liang tanah ukuran setengah meter untuk sampah. Saya memang melihat juga bahwa dampak air menggenangi jalan mengakibat tidak sedikit jalan yang mengalami retak bahkan ada pula yang berlubang," tandasnya.
Secara terpisah Aisyah (29), pemilik rumah yang tepat bersebelahan dengan sungai Ciawitemen, Desa Kutalanggeng menerangkan hampir setiap turun hujan dirinya merasa was-was karena air meluap di sungai Ciawitemen akibat tidak mampu menampung debet air lantaran mengalami pedangkalan. "Kemarin pernah sampai air sungai menutupi jalan juga jembatan. Bahkan air pun menjebol bronjong pinggiran rumah saya juga," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template