Kolong Jembatan Cikampek Sarang Waria - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kolong Jembatan Cikampek Sarang Waria

Kolong Jembatan Cikampek Sarang Waria

Written By Mang Raka on Senin, 24 Oktober 2016 | 13.30.00

-Paksa Pengendara Motor Jadi Pelanggan

CIKAMPEK, RAKA - Warga Cikampek dan para pengguna jalan yang melintasi bawah flyover Cikampek, mengaku risih dengan banyaknya wanita pria (waria) yang selalu mangkal di malam hari.
Warga Purwasari, Lukman Hakim (25) menceritakan, sekitar pukul 20.30 WIB, Sabtu (22/10) bersama seorang teman mau beli sandal di Plaza Cikampek. Saat melewati kolong jembatan Cikampek, dihadang waria kemudian bajunya ditarik-tarik. "Bukan satu atau dua orang lho, tapi lebih dari tiga orang waria yang sering ganggu pengguna jalan," papar Lukman kepada Radar Karawang, Minggu (23/10).
Hal senada disampaikan oleh Septiadi (35), yang berprofesi sebagai tukang ojek di kolong jembatan Cikampek. Dia sendiri merasa heran, karena empat bulan belakangan ini banyak sekali waria di lokasi tersebut. "Sebelumnya sih gak ada, tapi ya sekitar empat bulanan ini banyak sekali waria. Kalau saya pribadi sudah biasa sih diganggu, dicolekin sama waria," katanya.
Sementara itu, Kasie Trantib Kecamatan Cikampek, Asep Amrullah membenarkan, keberadaan para waria di Cikampek sudah lama ada. "Ya memang sudah sejak lama tempat tersebut dijadikan tempat mangkal waria," singkatnya.
Pemerhati sosial, Yarhadi menyampaikan, permasalahan sosial yang dihadapi kaum waria di Cikampek, termasuk sangat rumit dan kompleks.
"Itu disebabkan keterbatasan pendidikan terbatas, kemiskinan, ketidakterampilan, diskriminasi baik di kalangan masyarakat umum maupun oleh keluarganya sendiri," jelasnya.
Dengan kondisi dan situasi yang dihadapi oleh kaum waria tersebut, maka cenderung mereka melakukan hal-hal yang tidak wajar, bahkan bertentangan dengan norma-norma sosial, maupun norma agama. "Akibat dari perilakunya tersebut berdampak pada masalah kesehatan atau penyakit fisik juga, seperti penyakit kelamin, kulit, HIV/AIDS, narkoba dan penyakit menular lainnya," ujarnya.
Sedangkan secara sosial, mereka terkucikan atau didiskriminasi dari masyarakat maupun keluarganya sendiri. Sehingga mereka cenderung melakukan perbuatan yang tidak wajar. "Bisa mengganggu ketertiban umum, dan lain sebagainya," tambahnya.
Ia melanjutkan, pemerintah harus memikirkan nasib warga yang memiliki kelainan. Pasalnya, mau tidak mau mereka juga merupakan warga Karawang, yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar kesejahteraannya terjamin. "Jika kondisi tersebut tidak mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah bersama masyarakat, maka dampak negatifnya akan semakin besar dan berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa kita," pungkasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Euweuh nu di bahas deui euy... teu di expost ge geus nyaraho ieu mah... hayu tuh penyambung lidah rakyat teh, kumaha sih nyieun wae berita tapi teu nepi ka gegeber nu di luhur... hadeuh... coba rada di gubah berevolusi beh di dangu ku nu luhur sabab nu di expost bener jeung tutur basa nu di tulis pi nyoco eun ka hate nu diuk di luhur...

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template