Ketua BNK Ngeluh Kurang Anggaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ketua BNK Ngeluh Kurang Anggaran

Ketua BNK Ngeluh Kurang Anggaran

Written By Mang Raka on Kamis, 27 Oktober 2016 | 14.00.00

PURWAKARTA, RAKA - Minimnya anggaran untuk sosialisasi bahaya narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) di Purwakarta yang hanya Rp50 juta pada tahun ini, dikeluhkan Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Purwakarta Dadan Koswara.
"Tidak sebanding dengan program-program yang ada pada agenda BNK, nilai segitu (Rp50 juta) hanya cukup untuk tes urine disejumlah instansi saja," kata Dadan Koswara,  Rabu (26/10) kemarin.
Menurut Dadan, berkaitan dengan pencegahan bahaya narkoba, sejak awal pihak BNK telah menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian. "Dan melalui RT/RW disetiap wilayah kita juga memonitor pergerakan- pergerakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba, dan melaporkannya pada pihak kepolisian. Hal itu juga sebagai bentuk antisipasi," kata Dadan, yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta itu.
Di tempat terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Purwakarta, Astri Novita Sari mengatakan, jika memang anggarannya hanya sebesar itu, pada 2017 nanti DPRD menyarankan kepada pemerintah untuk menambah anggaran sosialisasi bahaya narkoba terutama pada tingkat pelajar. "Insya Allah pada 2017 nanti, kita sarankan pemerintahan daerah untuk mempersiapkan penambahan anggaran sosialisasi bahaya narkoba terutama pada tingkat pelajar," kata Astri.
Perempuan yang juga menjabat sebagai bendahara DPD Partai Nasdem Purwakarta itu berharap, BNK bisa konsisten menjalankan metode pencegahan yang sudah baku. Selain sosialisasi, tambah Astri, pengawasan dan bimbingan dari para orangtua juga tidak kalah penting. "Intinya, implementasi metode pencegahannya juga harus konsisten dilakukan," ujarnya.
Sementara dari data yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN),ada 252 perkara pidana biasa yang masuk PN Purwakarta, medio Januari hingga Oktober 2016 saat ini. Ada 82 perkara tentang narkoba, 2 perkara diantaranya melibatkan anak-anak di bawah umur, sementara kasus pencurian menempati urutan kedua dengan jumlah 69 perkara. "Tindak pidana narkotika dan pencurian mendominasi perkara yang masuk ke PN Purwakarta, jadi bisa menggambarkan keadaan masyarakat dan bahaya apa yang sedang mengintai daerah tersebut," papar Humas PN Purwakarta, Daniel E Setiawan Simanjuntak, SH, MH. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template