Iuran BPJS Keluarga Miskin Ditanggung Pemkab - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Iuran BPJS Keluarga Miskin Ditanggung Pemkab

Iuran BPJS Keluarga Miskin Ditanggung Pemkab

Written By Mang Raka on Sabtu, 22 Oktober 2016 | 12.00.00

PURWAKARTA, RAKA - Bayi bernama Fatimah, berusia 18 bulan harus menahan sakit luar biasa karena menderita penyakit mikrosefalus. Anak pasangan Deesya Nuraida (24) dan Yadi Nugraha (27) asal Kelurahan Cipaisan, RT 12/4 tersebut, meski sudah menjadi anggota BPJS namun kedua orangtuanya tidak mampu membayar iuran BPJS setiap bulannya.
Menghadapi kondisi ini, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa selama ini pihaknya melalui instansi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta memiliki skema khusus dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di daerah yang dia pimpin selama hampir 10 tahun ini. Menurut Dedi, jika pasien atau keluarga pasien sudah menjadi anggota asuransi BPJS tetapi tidak mampu membayar iuran setiap bulannya, maka pihaknya tidak akan segan memberikan bantuan dengan cara membayarkan iuran BPJS tersebut.
Sedangkan bagi pasien atau keluarga pasien yang belum menjadi anggota asuransi BPJS, masih menurut Dedi, Pemerintah Kabupaten Purwakarta memiliki skema lain yakni skema Jaminan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jampis) untuk melayani perawatan seluruh warga Purwakarta, agar memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.
“Hari ini kan banyak penyakit yang membutuhkan penanganan khusus, ada hidrocefalus, mikrosefalus, talasemia dan yang lain. Bagi kami yang terpenting seluruh warga mendapatkan pelayanan kesehatan. Kalau sudah ada BPJS tetapi tidak mampu membayar iurannya seperti terjadi pada kasus ini ya kami bayarkan saja iurannya. Kami ada skema JAMPIS, sangat mudah caranya, cukup surat rujukan puskemas ke rumah sakit yang dituju, foto copy KTP dan Kartu Keluarga. Pelayanannya sama, tidak kami bedakan," ujarnya.
Deesya Nuraida (24) Ibu bayi Fatimah diberikan bantuan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk melunasi iuran BPJS. Kendala pelunasan dialami Ibu muda ini karena sang suami, Yadi Nugraha (27) saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut karena anaknya kini sudah bisa mendapatkan perawatan medis.
“Kami tidak bisa membayar iuran BPJS karena suami saya tidak punya pekerjaan. Tapi Alhamdulillah ada bantuan dari Pak Bupati, kami bayarkan segera dan langsung membawa anak saya ke Rumah Sakit," jelasnya.
Saat dikonfirmasi tentang isu penolakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta, Deesya sempat menyatakan klarifikasinya, Menurut Deesya, Akhir tahun 2015 lalu memang dirinya pernah mendatangi Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Namun karena keterbatasan alat kesehatan yang tersedia, dirinya disarankan untuk membawa anaknya tersebut berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. “Saat itu bukan ditolak, tapi saya disarankan untuk berobat ke RSHS karena di RSBA tidak ada peralatan untuk menunjang pengobatan anak saya. Sekarang Alhamdulillah didampingi langsung Pak Bupati, saya bisa mengobati anak saya," pungkasnya.
Bayi pasangan muda tersebut sebelumnya didiagnosa menderita cacat ukuran otak yang menghambat pendengaran dan penglihatannya. Penyakit mikrosefalus menjangkiti Fatimah sejak usia 10 bulan, karena pada saat dilahirkan bayi tersebut berada dalam keadaan sehat dengan berat 3,1 Kg. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template