Heboh, 82 Orang Keracunan Bubur Asyura - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Heboh, 82 Orang Keracunan Bubur Asyura

Heboh, 82 Orang Keracunan Bubur Asyura

Written By Mang Raka on Selasa, 25 Oktober 2016 | 18.49.00

- Di Makam Keramat Mama Lingga Cilamaya

CILAMAYA WETAN, RAKA - Perayaan syukuran Asyura atau Muharaman di Kecamatan Cilamaya Wetan, mendadak gaduh. Yang menjadi penyebabnya, sebanyak 82 peziarah keracunan setelah menyantap bubur asyura di makam Keramat Mama Lingga di Dusun Kosambilempeng Tengah RT 18/09 Desa Sukatani, Senin (24/10) pagi.
Salah seorang warga Sukatani, Kartim mengatakan, perayaan Asyura atau 10 Muharam sudah biasa diperingati warga. Lokasinya pun seperti biasa, dipusatkan di makam keramat Mama Lingga. Sejak pagi sebutnya, ibu-ibu dan masyarakat berbondong-bondong memasak bubur syura campuran kacang-kacangan.
Setelah dibacakan doa-doa, sekitar pukul 10.00, aksi makan bubur bersama dimulai. Bermaksud ingin mendapatkan berkah, sejumlah masyarakat langsung menyerbu bubur yang sudah disajikan di atas nampan, piring dan mangkok yang dibawanya masing-masing. Mulai anak-anak hingga orangtua menyantap bubur yang sudah menjadi tradisi tersebut.
Awalnya, sambung Kartim, tidak ada yang janggal. Namun pada pukul 11.00, seorang warga merasa mual-mual. Pada pukul 13.00, warga yang mengeluhkan mual-mual bertambah hingga mencapai 10 orang. Bahkan hingga sore hari Puskesmas Sukatani dan Puskesmas Cilamaya banjir korban keracunan bubur syura.
Informasi yang diterimanya, jumlah warga yang dibawa ke puskesmas mencapai 92 orang yang mengeluhkan mual, muntah hingga sakit uluhati. "Makannya jam 10.00 pagi, reaksinya paling banyak baru dirasakan sekitar pukul 13.00-14.00 siang," lanjut pria yang pernah berjualan mie ayam ini.
Sekretaris Desa Sukatani H Iqbal mengatakan, dirinya sebenarnya ikut makan bubur syura yang disajikan pagi kemarin. Namun dia selamat. Meski begitu, orangtua dan beberapa orang tetangganya mengalami muntah-muntah yang terus-terusan. "Saya juga makan, tapi saya gak banyak mengalami muntah-muntah. Beda dengan orangtua dan tetangga saya, banyak (yang keracunan)," ujarnya.
Meskipun reaksinya lama, tapi diakui Iqbal, kondisi ini membuatnya prihatin. Menurutnya, kejadian keracunan dari bubur asyura baru terjadi tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terjadi. Dirinya tidak tahu detil campuran bubur yang dimasak secara bersama-sama itu. Sampai-sampai menimbulkan banyak korban.
Kepala Puskesmas Sukatani H Daud SKM mengatakan, dari data yang didapatnya, jumlah korban keracunan sebanyak 82 orang. Pihaknya belum meneliti lebih jauh zat apa saja yang terkandung dalam bubur sura tersebut. Namun yang jelas peristiwa ini termasuk kejadian luar biasa (KLB).
Para korban sebut Daud, sebagian ada yang rawat jalan, sementara yang kritis dilarikan ke Puskesmas Cilamaya. Namun hingga pukul 20.00 tadi malam, belum ada korban yang dirujuk ke RSUD Karawang. Mereka dirawat secara intensif seperti diinfus dan lainnya. Umumnya, para korban keracunan mengeluhkan mual, muntah dan diare. "Kita belum simpulkan kandungan apa saja di dalamnya, yang jelas berasal dari bubur," pungkasnya.
Untuk mengantisipasi membludaknya pasien korban keracunan, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Karawang dr Sri Sugihartati langsung berkoordinasi dengan semua puskesmas sekitar untuk membantu penanganan korban, karena racun diduga bersumber dari bubur asyura.
Kepala Seksi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang HM Alwi menyebutkan, untuk sementara pihaknya belum mengetahui penyebabnya secara pasti, karena sampel makanan dan muntahan dibawa ke laboratorium kesehatan Karawang. Guna memastikan kandungan bahan kimia apa saja yang menyebabkan warga keracunan. Tapi lanjut Alwi, jika melihat gejala, waktu keracunan dan bahan-bahan makanan yang dipakai membuat bubur, indikasinya bisa disebabkan karena bahan kimia alami yang terkandung dalam bahan pangan seperti gadung, kentang dan sebagainya.
Kapolsek Cilamaya Kompol Dadang Gunawan mengakui mendapat laporan kejadian keracunan berjamaah itu. Dijelaskannya, keracunan massal tersebut terjadi setelah perayaan asyura yang dikomandoi H Masrukin alias H Saman, yang merupakan Kades Sukatani. Pihaknya, lantas berkordinasi dengan aparat desa setempat, Puskesmas Sukatani, Puskesmas Cilamaya, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
Keracunan massal di Cilamaya Wetan bukan hal baru. Dua tahun lalu, puluhan warga di Desa Tegalwaru dan Mekarmaya, keracunan kue dongkal. Bahkan saat itu Pemkab Karawang menetapkannya sebagai kejadian luar biasa. (rud)

Bubur Beracun di Makam Keramat
Pukul 06.00
Puluhan warga memasak bubur berjamaah

Pukul 10.00
Bubur syura mulai disajikan di Komplek Makam Keramat Mama Lingga

Pukul 11.00
Ada seorang warga mengeluh sakit mual dan muntah

Pukul 13.00
Puskesmas Sukatani mulai didatangi puluhan orang dengan keluhan yang sama

Pukul 15.00
Warga semakin bertambah mendatangi Puskesmas yang diduga reaksi bubur beracun menguat

Pukul 19.00
Kegiatan doa bersama syura batal digelar kembali karena tragedi keracunan

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template