Hari Ini Pelajar ke Sekolah Pakai Sarung - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hari Ini Pelajar ke Sekolah Pakai Sarung

Hari Ini Pelajar ke Sekolah Pakai Sarung

Written By Mang Raka on Jumat, 28 Oktober 2016 | 12.30.00

- Uji Coba Kebijakan Baru

PURWAKARTA, RAKA - Kebijakan Pemda Purwakarta bagi pelajar untuk mengenakan kain sarung setiap hari Jumat mulai diujicobakan. Hari ini seluruh pelajar dari mulai tingkat SD, SMP dan SMA di Purwakarta akan mengenakan sarung ke sekolah. Dalam waktu dekat kebijakan ini akan dipatenkan, karena belum dibuat payung hukumnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta Rasmita Nunung Sanusi mengatakan, kebijakan pelajar mengenakan sarung adalah gagasan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pada hari santri nasional 22 Oktober lalu. Terobosan itu dilakukan untuk memelihara budaya sarungan yang dinilai salah satu identitas budaya bangsa Indonesia dan juga identitas keislaman nusantara. "Kami sudah mengintruksikan seluruh sekolah dari mulai tingkat SD, SMP hingga SMA, agar pada hari Jumat pekan ini seluruh pelajarnya mengenakan sarung ke sekolah, terutama untuk pelajar laki-laki. Tapi ini uji coba dulu, karena belum dibuat payung hukumnya. Jadi baru perintah lisan dari Pak Bupati," kata dia melalui sambungan selulernya.
Payung hukum kebijakan ini, kata dia, akan dibuat dalam bentuk peraturan bupati (Perbup) atau semacam surat edaran. Karena, jika menggunakan peraturan daerah (Perda) perlu proses panjang. "Namun demikian, tidak menutup kemungkinan nantinya dibuat perda. Termasuk soal kebijakan perubahan jam belajar siswa yang saat ini sudah efektif diterapkan di Purwakarta, seluruh payung hukumnya masih bentuk perbup dan surat edaran," paparnya.
Sebelumnya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berencana berlakuan kebijakan baru. Dalam sambutannya pada acara puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Purwakarta hari ini Sabtu (22/10) lalu di Alun-alun Purwakarta, dia mengatakan, kebijakan baru yang akan digulirkan adalah memberlakukan penggunaan sarung bagi seluruh pegawai instansi pemerintahan dan para pelajar di Purwakarta. Dedi menyebut, sarung merupakan identitas keislaman nusantara, sehingga penggunaan sarung ia nilai akan membangkitkan suasana pesantren dan nilai-nilai santri di kalangan para pelajar dan pegawai pemerintahan. “Sarungan itu khas Indonesia, khas nusantara, di Sunda ada istilah samping atau sinjang untuk sarung, di Jawa mungkin istilahnya berbeda, begitu pun Makassar, Bali dan Kalimantan. Semua memiliki kekhasannya tersendiri. Kesamaannya satu, tetap sarungan. Maka sarung dalam hal ini merupakan simbol persatuan bangsa," jelas Dedi.
Karena menjadi simbol persatuan bangsa, kata dia, sarung telah menjadi spirit perlawanan terhadap kolonialisme bangsa asing. Menurut dia, menggunakan sarung sama saja dengan menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme. “Perang melawan kolonialisme dulu itu digerakan oleh kaum sarungan. Ini luar biasa, nasionalisme mereka tidak perlu dipertanyakan lagi. Mereka tegak menegakan kedaulatan bangsa Indonesia," kata dia.
Sementara bagi pelajar dan pegawai non muslim seperti Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu, Pemda Purwakarta mempersilakan mereka mengenakan sarung khas Indonesia atau pakaian yang melambangkan nilai spiritualitas agamanya masing-masing. Pembelakuan kebijakan menggunakan kain sarung setiap hari Jum’at ini juga berbarengan dengan permberlakuan kebijakan belajar baca tulis Al Qur’an, qiro’ah, dan kitab kuning dan kitab lain sesuai dengan ajaran agama yang dianut oleh pelajar Purwakarta per 1 Desember 2016 mendatang. (awk)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Nya atuh di pake ti isuk mah kana najis pak.bupati... simhoreng jalan raya, trotoar, jeung jalan di sakola teh di granit ukuran 90x90 terus unggal subuh aya nu ngepel make sabun nu seungit jang tehel sugan... piraku ari ngahadap ka dungdungan pak.bupati di pemerintah atawa ka tamu ti luar negeri baju alus jaba bersih... ngahadap ka allah.swt make sarung nu ti isuk pake sakola, jajan, ngauduk, diuk di angkot, lempang indit ti imah ka jalan, duka diuk kanu najis atawa hanteu... hadeuh ... gideg abong gusti allah, boa edan ceunah.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template