Hari Guru Bakal Diboikot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hari Guru Bakal Diboikot

Hari Guru Bakal Diboikot

Written By Mang Raka on Kamis, 13 Oktober 2016 | 13.00.00

- Anggota: Ketua PGRI Telagasari Harus Mundur

TELAGASARI, RAKA-  Kisruh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Telagasari kian meruncing. Rapat internal yang seyogyanya menjadi ajang meredam situasi justru berujung kebuntuan. Pasalnya, sejumlah anggota dan ranting terus memaksa ketua dan pengurus cabang mundur di tengah rapat persiapan pembentukan kepanitiaan hari guru pada Rabu (11/10) kemarin. Mereka bahkan mengancam memboikot semua kegiatan PGRI cabang Telagasari.
Dikatakan Kepala SDN Pasirkamuning 2, Ajumarta S.pd, rapat yang seyogyanya menjadi wahana mengklirkan masalah justru meruncing. Kata Ajum, semua anggota tetap menginginkan kepengurusan yang baru dan sah, bahkan kalau memungkinkan bisa digelar pemilihan pengurus cabang yang baru. Sebab, kalau PGRI Cabang Telagasari masih dibawah kendali kepengurusan lama, seluruh anggota mengancam tidak akan mengikuti semua kegiatan dan program PGRI, baik di cabang maupun di kabupaten. "Rapatnya deadlock, semua ranting tetap menghendaki kepengurusan baru," ujar dia.
Lebih jauh Ajum menambahkan, selain mengancam bakal memboikot, ranting-ranting juga meminta pengurus kabupaten memfasilitasi pembentukan kepengurusan yang baru di cabang Telagasari. Karena, kegiatn HUT Guru 25 November mendatang pun, bisa jadi diboikot oleh semua anggota. "Kabupaten diminta memfasilitasi kepengurusan baru PGRI Telagasari, karena bisa saja kekecewaan ini memuncak sampai memboikot hari guru sekalipun," kata dia.
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Telagasari, Suhendi Permana S.pd tak menampik soal rapat yang belum menemui kesepakatan dengan pengurus ranting. Padahal dirinya rapat bersama itu dalam rangka mempersiapkan kepanitiaan agenda hari guru dengan Bapopsi dan KONI. Ia meminta anggota mengesampingkan terlebih dahulu hasrat untuk menggulingkan dirinya. Sebab dalam rapat ini harus fokus persiapan Hari Guru 25 November mendatang. Sayangnya, di tengah perbincangan rapat, sejumlah peserta yang hadir tetap memaksa agar persoalan ini jadi prioritas dibanding persiapan hari guru. Akibatnya, sampai akhir rapat, jangankan persiapan, kepanitiaan yang seyogyanya bakal dibentuk juga batal dilakukan.
Sekarang sebut Hendi, jangankan membuat program dan kegiatan, jika kepercayaan dan dukungan saja tidak ada, mana mungkin bisa berjalan lancar, karena dirinya terus dipaksa berhenti. Padahal, sambungnya, jika sesuai AD/ART PGRI, jangankan menunggu seminggu atau bulanan, besok atau lusa digelar Konfercab, dirinya siap saja. Persoalannya tambah Hendi, tidak ada pelanggaran AD/ART yang memaksa dirinya harus menanggalkan jabatannya sebagai ketua. Untuk itu, sikap "keukeuh" yang memaksa digelarnya konfercab PGRI ini akan dikonsultasikan dulu dengan PD 2. "Bagaimana kami sukses menjalankan program, jika kepercayaan dan dukungan saja tidak ada? inginnya kita fokus dulu persiapan hari guru, sayangnya dalam rapat persoalan ini muncul lagi," keluh dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template