Hamparan Bongkahan Batu Ditengah Jalan Dikeluhkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hamparan Bongkahan Batu Ditengah Jalan Dikeluhkan

Hamparan Bongkahan Batu Ditengah Jalan Dikeluhkan

Written By Mang Raka on Kamis, 13 Oktober 2016 | 13.30.00

*Warga Enggan Melintas Ditengah Jalan

TEGALWARU, RAKA - Jika tidak ingin terpelanting dan sparepart motor rusak, jangan memilih badan jalan untuk dilintasi tetapi melintaslah dibagian pinggir jalannya. Karena kondisinya batunya bukan bongkahan seperti yang ditengah jalan.

Kalimat hampir rata-rata diungkapkan warga Desa Kutalanggeng setiap kali ditanya mengapa melintasi pinggir jalannya bukan badan jalan seperti umumnya pengendara mengendarai kendaraannya. Bila diamati, ucapan warga itu ada benarnya. Terlebih setelah mencermati bongkahan-bongkahan batu besar yang memenuhi bagian tengah jalan. Bukan saja akan membuat motor sulit melintasinya tetapi juga mempercepat kerusakan sparepart kendaraan tersebut.
Informasi yang dihimpun Radar Karawang, Rabu (12/10), jalan rusak disepanjang jalan dari Kantor Desa Kutalanggeng menuju Desa Kutamaneuh, sudah lima tahun ini mengalami kerusakan. Memang, tidak ada jalan berlubang atau berkeroak disana, tetapi material dasar jalan yakni bongkahan-bongkahan batu besar sudah bercuatan kepermukaan jalan raya. Sehingga menghambat lalulintas kendaraan yang melintasinya. Kondisi seperti ini sudah lama dikeluhkan warga. Terlebih akibat kondisi jalan itu juga aktivitas perekonomian warga pun jadi terhambat.
Kondisi jalan menuju desa tersebut saat ini berupa jalan berbatu cadas yang terkadang sempat memakan korban jatuh bagi para pengendara yang akan menuju beberapa wilayah termasuk Kabupaten Purwakarta. Kondisi berbahaya jalan inipun diungkapkan Icen (33) warga Desa Kutalanggeng. Jalan itu akan semakin berbahaya jika hujan turun. Situasi itu mengakibatkan jalan berlumpur dan licin sehingga berbahaya untuk dilintasi.  "Kalau begini terus sama juga menyuruh warga celaka. Harapan kami, jalan rusak di wilayah kami bisa secepatnya diperbaiki hingga tidak timbul banyak korban. Sebenarnya jalan perbatasan sudah jauh lebih baik karena sudah diperbaiki, tapi entah kenapa yang di depan desa belum kunjung diperbaiki," tegasnya.
Sementara Jajuli (40), pengelola PAUD Nur Hidayah Kutamaneuh mengatakan, dirinya cukup perihatin dengan kondisi jalan yang rusak hingga saat ini belum di perbaiki. Profesinya sebagai pengayom pendidikan melihat permasalahan Karawang memang cukup pelik. "Memang semua menggunakan anggaran dan pemerintah harus bisa menjawab hak warga ketika fasilitas umumnya bermasalah," katanya.
Karenanya, Jajuli berharap warga pun bisa ambil tindakan jika memang permasalahan jalan yang rusak jadi kendala dan butuh solusi walaupun kecil minimal ada manfaatnya. "Saya pernah utarakan kepada orang tua murid siswa kami, dan alhamdulilah warga pun ada yang sadar dengan membenahi jalan yang bisa diperbaiki hingga tidak menimbulkan ekses kecelakaan," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template