Guru Rawan Dikriminalisasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Guru Rawan Dikriminalisasi

Guru Rawan Dikriminalisasi

Written By Mang Raka on Selasa, 11 Oktober 2016 | 20.30.00

KARAWANG, RAKA - Maraknya kasus tindak kekerasan yang menimpa guru, memunculkan desakan kepada pemerintah agar membuat Undang-Undang Perlindungan Profesi Guru. Hal ini untuk menjamin guru agar tetap bisa mendidik anak.
Ketua PGRI Karawang, Nandang Mulyana mengatakan, UU Perlindungan Guru sangat penting karena keberadaan UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74/2008 tentang Guru, dinilai belum mampu melindungi guru dari tindak kekerasan.
"Undang-undang dan peraturan pemerintah itu tidak dapat dijadikan acuan dalam melindungi profesi guru. PGRI mendesak pemerintah untuk membuat UU Perlindungan Profesi Guru," katanya kemarin.
Menurut Nandang, kekerasan yang menimpa guru hanya akan membuat guru apatis untuk mendidik anak. Guru memang mau mengajar sesuai kurikulum, namun fungsi mereka untuk mendidik karakter akan mandul, karena mereka ketakutan dianggap menyalahi hukum. "Kita juga tidak ingin muncul sikap apatis dari guru, yang berdampak mereka ogah mendidik karakter anak," kata Nandang.
Dengan begitu kata Nandang, PGRI mendesak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), segera menyusun UU Perlindungan Guru. Hal ini dinyatakannya mengingat maraknya peristiwa kekerasan, atau kriminalisasi guru oleh sejumlah pihak terutama orangtua siswa. "Peristiwa kekerasan terhadap guru sangat kami sayangkan. Oleh karena itu, kita akan terus mendesak pemerintah untuk menyiapkan perlunya UU perlindungan profesi guru," ujarnya.
Senada dengan Ketua PGRI Karawang, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Dadan Sugardan mengaku setuju dengan UU Perlindungan Guru. Namun aturan itu bukan segalanya, dalam hal ini untuk melegalkan kekerasan dalam mendidik. "Pendidikan seyogyanya tidak mengenal kekerasan. Dan sebisa mungkin menghindari bentuk apapun dalam hal kekerasan," kata Dadan.
Ia mencontohkan, ada guru yang sering memotong rambut anak, karena dianggap tidak disiplin. Kesan yang muncul jangan sampai negatif. "Jangan sapai ada kesan, guru melakukan hal diluar etika ketika melakukan dispilin karakter," ujarnya.(dri)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template