Gas Langka, Hiswana Migas Lempar Tanggung Jawab - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gas Langka, Hiswana Migas Lempar Tanggung Jawab

Gas Langka, Hiswana Migas Lempar Tanggung Jawab

Written By Mang Raka on Kamis, 20 Oktober 2016 | 13.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Penyebab kelangkaan gas 3 kilogram yang terjadi saat ini di masyarakat, menurut ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Purwakarta- Karawang Didin, adalah lemahnya pengawasan distribusi pada tingkat pangkalan ke masayrakat. Demikian terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Hiswana Migas dan Komisi II DPRD Purwakarta, Rabu (19/10). Hal itu digelar terkait dengan kelangkaan gas yang terjadi di Purwakarta beberapa pekan terakhir ini.
"Peran Hiswana Migas hanya pada wilayah pendistribusian dari agen sampai pangkalan, masalah pengawasannya ada pada ranah tim koordinasi di bawah pembinaan Bupati Purwakarta dan diketuai oleh Sekda Purwakarta," ujar Dindin kepada sejumlah anggota Komisi II DPRD Purwakarta.
Menurutnya, Hiswana Migas ada pada urutan ke-8 dan 11 elemen yang dalam tim koordinasi pengawasan gas elpiji. Pihaknya sudah melakukan upaya-upaya seperti penyebaran gas secara proporsional pada 357 pangkalan di 183 desa dan 9 kelurahan di Purwakarta. "Jika kita kalkulasikan kuota gas 3 kilogram untuk Kabupaten Purwakarta lebih dari cukup. Tinggal bagaimana pengawasan yang dilakukan para kepala desa/lurah pada pangkalan yang ada di wilayahnya, karena kewenangan pengawasan pangkalan ada pada para kepala desa," bebernya.
Sementara, anggota Komisi II DPRD Purwakarta, Asep Saefudin Saeful Milah mengatakan, hearing ini digelar untuk mencari solusi dari permasalahan kelangkaan gas 3 kilogram yang terjadi di masyarakat. "Hendaknya koordinasi dari para pihak yang terkait dalam Tim Koordinasi Kabupaten Purwakarta lebih dimasifkan lagi. Artinya, tidak saling lempar tanggung jawab. Ini masalah rakyat, harus diselesaikan bersama," ujarnya.
Asep Milah menduga, kelangkaan gas 3 kilogram terjadi karena adanya konversi ke gas 5 kilogram. "Jangan sampai terjadi seperti konversi minyak tanah ke gas. Mungkin ini konversi gas ke gas jadi langka, dari gas melon ke gas pink," ujarnya.
Diketahui, saat ini masyarakat senjumlah kecamatan di Purwakarta mengaku sulit mendapatkan gas melon. Selain langka harga gas berukuran 3 kilogram tersebut cukup tinggi. Bahkan, untuk mendapatkan gas tersebut mereka rela membayar dengan harga melebihi Harga Eceran Tertiggi (HET) Rp16000. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template