Dijual Mafia Trafficking ke Arab Saudi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dijual Mafia Trafficking ke Arab Saudi

Dijual Mafia Trafficking ke Arab Saudi

Written By Mang Raka on Senin, 31 Oktober 2016 | 20.29.00

Siti Diancam Jika Pulang ke Telagasari

TELAGASARI, RAKA - Jebakan mafia perdagangan manusia rupanya masih ampuh menjerat warga Karawang. Setelah Nurhalimah warga Dusun Sindangkarya, Desa/Kecamatan Lemahabang, dijual ke Arab Saudi dan berhasil kabur ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, kini muncul lagi kasus serupa dialami Siti Nurhasanah, warga Dusun Krajan III RT 007/007, Desa Talagasari, Kecamatan Telagasari.
Siti yang diberangkatkan PT Hasindo pada 24 April 2016, dijanjikan bekerja di sektor formal. Namun, ketika sudah berada di Arab Saudi, justru dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga tanpa mengenal waktu. Bahkan tanpa gaji. Padahal, hingga saat ini larangan bekerja di negara-negara Timur Tengah masih belum dicabut pemerintah pusat. "Siti diberangkatkan oleh PT Hasindo dengan nama sponsor Wawa. Menggunakan visa kunjungan," ungkap Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Karawang, Didin Sakri Chaerudin kepada Radar Karawang, Minggu (30/10) kemarin.
Berdasarkan informasi yang diterima Didin dari SBMI Arab Saudi, Siti diberangkatkan melalui jalur penerbangan Jakarta-Dubai-Riyadh dan dimodali uang saku dari sponsor Rp 1 juta. Dalam perjanjian kerja, Siti kabarnya bakal ditempatkan di Riyadh, tapi dipekerjakan di majikan bernama Arco di Sakaka Al'jouf yang jauh dari Kota Riyadh. "Siti Nurhasanah ini ditempatkan di negara larangan alias moratorium. Itu kesalahan pertama yang membuat pemerintah kembali kecolongan," ungkapnya.
Ia melanjutkan, lebih parahnya, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yaitu PT Hasindo disebut-sebut mengancam Nurhasanah. "Jika pulang ke Indonesia kurang dari 2 tahun, harus membayar ganti rugi Rp 36 juta ke pihak PT Hasindo. Padahal sudah kerja 5 bulan belum terima gaji, karena ATM nya selalu disebut pihak bank bermasalah," tuturnya.
Atas kondisi itu, pihaknya sudah menghubungi keluarga Siti di Telagasari. Karena sejak berada di KBRI sebulan lalu, pihaknya belum mendapati kabar bahwa Siti sudah dipulangkan. Ia khawatir jika Siti kembali jatuh ke tangan PJTKI, akan dilempar lagi menjadi TKI ke negara Timur Tengah lain. "Kita sudah kontak pihak keluarganya, agar siap sewaktu-waktu menjemput ke bandara. Jangan sampai pulang dijemput PJTKI yang bisa jadi dijanjikan diberangkatkan lagi semaunya," pungkasnya.
Orangtua Nurhasanah, Caswi meminta agar anaknya bisa segera dipulangkan. "Saya ini juga pembantu, pulangnya selalu malam hari. Ya saya mah minta segera dipulangkan saja segera," pungkasnya.
Sementara itu, sponsor TKI Nurhasanah, Wawa mengatakan, sudah kordinasi dengan keluarga Siti dan sedang diurus kepulangannya bersama pihak perusahaan. "Nuju diuruskeun ku PT (lagi diurus oleh perusahaan). Kalau bisa ke PT saja pak bareng-bareng, hatur nuhun (terima kasih)," tulisnya. (rud)


Jebakan Mafia Perdagangan Manusia

Korban
Siti Nurhasanah Binti Agus Ace
Alamat
Dusun Krajan III RT 007/007, Desa Talagasari, Kecamatan Telagasari
PJTKI
PT Hasindo
Tanggal keberangkatan
24 April 2016
Jalur penerbangan
Jakarta-Dubai-Riyadh
Visa
Menggunakan visa kunjungan

Nama majikan
Arco
Alamat
Sakaka Al Jouf

Upah
-Kerja 5 bulan belum menerima gaji

Janji PJTKI
-Diiming-iming kerja di sektor formal
-Kenyataannya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga tanpa mengenal waktu

Ancaman PJTKI
-Jika pulang ke Indonesia kurang dari 2 tahun, dituntut ganti rugi Rp 36 juta




Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template