Derita TBC dan Tulang, Wahyudin Butuh Uluran Tangan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Derita TBC dan Tulang, Wahyudin Butuh Uluran Tangan

Derita TBC dan Tulang, Wahyudin Butuh Uluran Tangan

Written By Mang Raka on Jumat, 07 Oktober 2016 | 13.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA- Meskipun masih tergolong muda diusianya yang ke 27, Wahyudin warga Dusun Balongsari RT 01/05 Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang, sudah tergeletak tak berdaya 5 bulan terakhir. Ayah satu anak yang tinggal nebeng di tanah saudaranya ini, didiagnosa menderita Tubercolosis (TBC) Paru dan tulang hingga menggerogoti tubuhnya yang semakin nampak tulang-tulangnya. Meskipun pemerintah desa dan tokoh pemuda setempat ngencleng untuk pengobatan pedagang "kekok" ini, namun belum mampu memulihkan kondisi Wahyudin yang tinggal di rumah hasil patungan keluarganya ini.
Istri Wahyudin saat ditemui di rumahnya, Lilis mengaku, Suaminya itu baru menikah dengannya 2 tahun terakhir dan dikaruniai satu anak. Penyakitnya baru dirasakan setahun lalu dan semakin parah 3 bulan terakhir ini. Bukan sekali dua kali suaminya bolak-balik ke RSUD dengan bermodalkan BPJS PBI, hingga kontrol rawat jalan sampai saat ini masih dilakukan, namun belum ada perkembangan yang berarti.
Merasa tak kunjung ada perkembangan, suaminya sempat berobat ke Klinik Anugerah hingga keluar uang jutaan rupiah. Ditengah himpitan ekonomi setelah suaminya tak kuasa lagi mencari nafkah berdagang, Lilis mengaku bolak balik memintai pinjaman, bahkan sesekali menerima bantuan. Sebab, dirinya dan suami sudah tidak memiliki orangtua lagi. "Sudah terasa setahun lalu tapi gak dirasa, dia terus berdagang, baru 3 bulan ini semakin parah dan kesulitan berjalan," kata dia.
Lebih jauh Lilis menambahkan, dari hasil diagnosa di RSUD, suaminya didera penyakit TB Paru dan Tulang hingga gangguan berjalan dan nafas tidak efektif. Meskipun gratis saat kontrol ke RSUD, namun dirinya kesulitan biaya setelah suami tidak lagi berdagang. Ditambahkan Lilis, suaminya sempat dirawat di RSUD dan dipulangkan karena dianggap kondisinya sudah membaik. Namun hingga terakhir kontrol tanggal 26 September kemarin, belum nampak tanda-tanda suaminya pulih kembali. Dengan tenaga semampunya sambung Lilis, selain merawat anaknya yang masih balita, dirinya juga kini terus merawat suami yang dinikahi 2 tahun lalu. "Belum sembuh betul sudah dipulangkan karena katanya bisa berobat jalan," jelas dia.
Sementara itu Tokoh Pemuda Desa Pulokalapa, Uleng mengatakan, bentuk keprihatinan darinya, banyak penggalangan dana dan bantuan dari masyarakat Pulokalapa untuk penyembuhan Wahyudin. Bukan hanya dari pemerintah desa, juga dari pemuda yang rela ngencleng. Selain kurang mampu, kondisi fisik yang semakin kurus dan segala keterbatasan yang ada, diharapkan bisa membuat banyak dermawan mengulurkan tangan. Bahkan, keprihatinan itu muncul pula di media-media sosial dari sejumlah anak muda yang mengunggah foto Wahyudin. Semua masyarakat Pulokalapa dan keluarga, sambung Uleng, tentu saja berharap agar Wahyudin kembali sembuh dan bisa mendapat banyak dermawan agar diberi akses pengobatan yang lebih baik. "Kita prihatin saja, rela ngencleng agar Wahyudin ini bisa sembuh kembali ditengah segala keterbatasan yang ada," kata dia berharap. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template