Dapur Rumah Warga Pasir Camay Terseret Longsor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dapur Rumah Warga Pasir Camay Terseret Longsor

Dapur Rumah Warga Pasir Camay Terseret Longsor

Written By Mang Raka on Jumat, 28 Oktober 2016 | 14.00.00

TEGALWARU,RAKA - Akibat tanah terkikis air sungai Cikumpeni, dapur rumah warga di Kampung Pasir Camay, Desa Cintawargi, ambruk hingga porak porandakan isinya. Akibat peristiwa itu kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Riban (66) pemilik rumah yang saat ini sedang menderita penyakit paru-paru, Kamis (27/10), tidak menyangka hal tersebut bisa terjadi. Dapur rumahnya ambruk terseret longsor akibat pengikisan Sungai Cikumpeni yang terjadi Rabu malam sekitar jam 24.00 WIB. Untungnya tidak jatuh korban dalam kejadian tersebut. Hanya saja dapurnya porak poranda karena lantai dasar dapur amblas ke bawah sungai yang memang jarak dapur rumah nya sekitar 1 meter.
Kerugian ditaksir hingga jutaan rupiah, dan kini terkendala dengan biaya untuk memperbaiki dapur rumahnya yang tengah diperbaiki seadanya oleh para tetangga yang membantu meringankan bebannya. Diakui Riban, kondisi tanah sekarang terkikis akibat adanya perubahan sungai setelah di turap karena air lebih banyak mengikis tanah rumah miliknya ditambah lagi dengan perubahan sungai yang makin dalam saja.
Dirinya berharap bisa di bantu memperbaiki dapur rumah miliknya yang sudah hancur berantakan. "Saya berharap ada bantuan agar bisa memperbaiki dapur saya karena jangan kan untuk membenarkan dapur untuk kehidupan saya sehari-hari pun kami sudah kerepotan. Kejadiannya pada malam hari, pas hujan lebat pada saat itu. Untungnya kami sudah tidak melakukan aktivitas apa-apa di dapur jadi tidak menimbulkan korban," katanya.
Heri (29) tetangga korban merasa perihatin dengan apa yang menimpa Riban karena si pemilik rumah dalam keadaan sakit dan di timpa bencana dapur nya yang luluh lantah oleh kikisan air sungai Cikumpeni. Dirinya mengakui tanah sungai yang berdekatan perkampungan warga sudah cukup memperihatinkan kondisinya karena hampir rata-rata dekat dengan sungai.
"Ini tinggal menunggu waktu kapan terjadi karena kondisinya terus ke ujung tanah sudah mulai terkikis oleh sungai. Sampai saat ini belum ada upaya apa-apa baik dari dinas pengairan maupun pemerintah desa. Padahal melihat hal itu sudah seharusnya pinggiran sungai diberi beronjong atau turap untuk meminimalkan pengikisan," tandasnya.
Saat Radar Karawang akan mengkorfirmasi terkait tindakan pemerintah Desa Cintawargi menindak lanjuti perihal tersebut, kepala desa tengah ada dinas luar hingga tidak bisa di temui. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template