Bunga Bangkai Tumbuh di Purwasari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bunga Bangkai Tumbuh di Purwasari

Bunga Bangkai Tumbuh di Purwasari

Written By Mang Raka on Jumat, 21 Oktober 2016 | 16.30.00

PURWASARI, RAKA - Berhari-hari warga Kampung Gadog Kalijurang RT 02/RW 02, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, dikejutkan oleh bau aneh. Namun, bau yang dikira dari bangkai hewan, ternyata berasal dari tumbuhan. Baunya menyengat hingga 10 meter. Siapa berani mendekat, dipastikan merasa sesak.
Lambat laun, bau bangkai itu hilang seiring tumbuhan berwarna hijau, berdaun merah tersebut bertambah tinggi dan lebar. Kamis (20/10) kemarin, tumbuhan yang kini menjadi buah bibir seisi kampung, mekar sempurna. Tingginya mencapai 50 centimeter, lebar 30 centimeter. Bukan hanya di Gadog Kalijurang, tumbuhan yang dikenal sebagai bunga bangkai itu mulai sampai ke telinga warga Klari hingga Cikampek. Mereka berduyun-duyun mendatangi rumah Syukur (70) dan Santi (42), sang pemilik bunga bernama latin amorphopallus titanum. "Tiga hari terakhir jumlah warga yang ingin melihat bunga bangkai, semakin bertambah," ujar Syukur kepada Radar Karawang.
Ia menceritakan, bunga bangkai tersebut ditemukan sekitar 12 hari yang lalu. Awalnya, muncul aroma bangkai yang sangat menyengat. Baunya tercium oleh warga sekampung. Karena penasaran, banyak warga yang mencari tahu dimana sumber bau tersebut. "Keesokan harinya, saya melihat ada tunas yang muncul di belakang rumah dan digerumuti lalat. Ternyata dari situ baunya," tuturnya seraya mengatakan jarak bunga bangkai ke rumahnya sekitar 3 meter.
Di tempat yang sama, Santi (42) istri Syukur menambahkan, setelah ditemukan, tunas bunga bangkai itu dibiarkan begitu saja. Namun setelah 3 hari, tunas tersebut mekar dan diketahui kalau tumbuhan itu merupakan bunga bangkai. "Padahal sebelumnya belum pernah ada (bunga bangkai)," katanya.
Ketika diketahui ada bunga bangkai tumbuh di belakang rumahnya, seketika itu warga berbondong-bondong berdatangan untuk melihatnya. Semakin hari semakin banyak warga yang penasaran. "Agar keindahan bunga tersebut dapat terjaga, dilakukan pemagaran," ujarnya.
Ia melanjutkan, melihat banyak warga yang berdatangan, ide untuk meraup rezeki pun muncul dari benaknya. Alhasil, warga yang ingin melihat bunga bangkai, diharuskan memberi uang sukarela. "Mungkin sudah rezeki dari Tuhan, keberadaan bunga bangkai mendatangkan rezeki," paparnya.
Ketua RT 02/RW 02 Kampung Gadog Kalijurang, Ida Sumarno menambahkan, bunga bangkai yang tumbuh di belakang rumah warganya, mampu menyita perhatian masyarakat. Karena ini baru kali pertama, tumbuhan yang bisa dikatakan langka muncul di wilayahnya. "Warga yang datang dari berbagai wilayah, bukan warga sini saja," pungkasnya. (ian)


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template