BKPD Dianaktirikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BKPD Dianaktirikan

BKPD Dianaktirikan

Written By Mang Raka on Kamis, 27 Oktober 2016 | 12.30.00

Dibanding perusahaan milik daerah lainnya, Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat BKPD Cilamaya yang merupakan satu-satunya bank sehat dengan sirkulasi keuangan yang tertib milik Pemkab Karawang, justru paling dianaktirikan.
Anggota Komisi B DPRD Karawang Mulya Syafari mengatakan, sebagai 'anak' yang dilindungi Perda Penyertaan Modal, Pemkab Karawang sebagai orangtuanya justru seret untuk disiplin mengangsur penyertaan modal bagi BKPD Cilamaya ini. Bahkan, perhatiannya justru lebih fokus penyertaannya ke bank lain seperti BJB, bahkan perusahaan daerah lainnya milik pemkab.
Menurut Mulya, hal tersebut bisa dilihat dari laporan setiap tahunnya, dimana kewajiban penyertaan modal yang ditarget mulus mengalir Rp 1,5 miliar, selalu saja melenceng dengan nominal kecil, seperti di tahun 2015 yang hanya Rp 250 juta. Parahnya, itupun dicairkan di akhir tahun menjelang tahun baru.
Sekarang tandas Mulya, bagaimana anggota dewan dan pemkab bisa melihat perkembangan duit APBD penggunaannya oleh BUMD-BUMD, jika penyertaan modalnya saja digulirkan di akhir tahun. Untuk itu, Komisi B selain mendorong penyertaan modal bisa turun di awal-awal tahun, juga kewajiban pemkab atas BKPD ini harus semakin fokus sebagai aset potensial bagi perbankan daerah di masa-masa mendatang.
Politikus Partai Bulan Bintang ini menambahkan, alasan pemkab soal defisit anggaran, kemampuan keuangan dan pemaangkasan, sepatutnya tidak terlalu dibesar-besarkan, karena ini persoalan kewajiban. Tinggal bagaimana tata kelola manajemen keuangan pemkab agar benar-benar baik. Pihaknya justru bingung dengan manajemen keuangan daerah yang sampai hati mencairkan penyertaan modal selalu kecil dan turun di akhir pergantian tahun.
Meskipun sampai tahun 2017 mendatang kewajiban penyertaannya harus terpenuhi hingga Rp 6 miliar, tapi jelas-jelas sepanjang perjalanan lahirnya Perda Penyertaan Modal, masih menyisakan Rp 4,5 miliar lagi hutang penyertaannya. Padahal tahun depan sudah deadline terakhir penyertaan modal tuntas ke BKPD. "Kita bingung dengan manajemen keuangan daerah ini, masa dana penyertaan modal dicairkan di akhir tahun jelang ganti tahun? Kecil pula nominalnya tak sesuai harapan BKPD," ungkapnya.
Dalam hearing bersama sejumlah BUMD, termasuk BKPD sambungnya, dia berharap Pemkab Karawang semakin serius memperhatikan soal perda penyertaan modal yang sepatutnya dipatuhi. Karena untuk tahun ini saja yang menjelang akhir tahun, BKPD juga belum menerima sepeserpun penyertaan modal untuk kewajibannya setiap tahun. Padahal dirinya menanyakan berulang kali, kapan penyertaan modal untuk BKPD ini turun. Sayangnya Pemkab Karawang masih saja belum bisa memberi keterangan kepastian pada bulan kapan penyertaan modal ini turun ke BKPD. "Tahun ini saja belum jelas kapan urus penyertaan modal ke BKPD, kepastiannya masih diraba-raba sama pemkab," sesalnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template