Bentrok di KIIC - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bentrok di KIIC

Bentrok di KIIC

Written By ayah satria on Kamis, 13 Oktober 2016 | 12.27.00

Polisi dan Demonstran Luka-luka, Belasan Motor dan 2 Mobil Rusak

KARAWANG, RAKA - Aksi demo yang digelar Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat dan Karang Taruna di depan PT Indotech Metal Nusantara, Karawang International Industrial City (KIIC) Kecamatan Telukjambe Timur, Rabu (12/10) siang, berakhir bentrok. Dua unit kendaraan operasional aliansi, termasuk belasan kendaraan roda dua dirusak petugas, setelah ditinggal pemiliknya karena diterjang gas air mata.
Suasana di sekitar pabrik tiba-tiba mencekam, karena personel Dalmas terlihat sulit mengontrol emosinya, setelah mengetahui salah seorang pimpinannya menjadi korban. Sehingga anggota aliansi yang masih terlihat di lokasi langsung dijadikan sasaran. Salah seorang pimpinan ormas bersama tiga anggota aliansi lainnya, sempat menjadi sasaran kemarahan petugas. Aparat kepolisian tidak sungkan memukul anggota alinasi, menggunakaan tongkat dan sebagian juga menggunakan kaki dan tangan.
Namun, nyawa anggota aliansi itu selamat berkat kesigapan AKP Dwi Susanto, dan beberapa anggota lainnya yang bertindak cepat untuk melerai  dan menegur juniornya, untuk tidak lagi melakukan tindakan main hakim sendiri. Rupanya, emosi anggota Dalmas itu masih belum reda. Sebab, beberapa saat kemudian, mereka kembali merusak sejumlah kendaraan yang terparkir dan tergeletak di kanan jalan.
Kendaraan water canon juga tidak diam. Kendaraan tersebut langsung menabrak  mobil Feroza milik ormas Barisan Rakyat Karawang (Barak) dan mobil pick up milik Karang Taruna. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, aksi demo yang berakhir anarkis itu terjadi karena masing-masing pihak tidak mampu mengontrol emosi. Sebab, para pendemo belum sempat melakukan orasi, tapi bentrokan sudah terjadi.
Massa aliansi mengaku  kesal dengan sikap petugas yang melontarkan kata-kata yang kurang pantas. Apalagi, pada Jumat (7/10) lalu, bentrokan antara anggota Dalmas dengan anggota aliansi nyaris terjadi. Selain itu, kondisi KIIC juga berbeda dari hari-hari sebelumnya. Puluhan satpam disiagakan di bundaran KIIC, termasuk di setiap perempatan yang mengarah ke perusahaan yang menghasilkan limbah scrap tersebut. Bahkan, bundaran KIIC juga sempat ditutup sehingga kendaraan yang akan keluar dari kawasan, harus keluar dari samping pemakaman Taman Kenangan Lestari.
Kabag Ops Polres Karawang Didik Purwanto yang menderita luka lebam di dahi sebelah kiri mengatakan, aksi anarkis itu terjadi sebelum para pendemo menyampaikan aspirasinya. Massa yang sudah berada di depan pagar perusahaan, tiba-tiba bereaksi keras dengan menggoyang-goyang pagar. Dia malah sempat menenangkan massa, dan mengimbau para pendemo tidak anarkis dan bisa menjaga ketertiban. "Ketika dialog itu, tiba-tiba dari belakang ada yang melempar batu kayu ke arah petugas. Saya dan dua anggota lain kena," tutur Dikdik.
Dihubungi terpisah, Kapolres  Karawang AKBP Andi Herindra mengatakan, penyebab kericuhan itu akibat lemparan botol yang mengenai Kabag Ops Didik Purwanto dan Bripda Andika. "Ada anggota (Bripda Andika) yang luka sobek di tangan kena pecahan kaca," katanya kepada wartawan.
Demonstrasi tersebut menjadi perhatian utama Polres Karawang. Pasalnya, demonstrasi terjadi di kawasan industri. Andi mengatakan, KIIC adalah objek vital yang dapat mendongkrak investasi. Menurut Andi, keamanan di kawasan industri Karawang menjadi daya tarik bagi investor. Ia sampai mengerahkan 192 orang petugas untuk mengamankan situasi. "Tentu kami akan menindak tegas setiap kericuhan yang terjadi," tutur dia.
Polisi menurut Andi, hanya mengamankan situasi. Dia menjelaskan, demonstrasi yang terjadi karena pihak Karang Taruna Kabupaten Karawang menuntut untuk mengelola limbah scrap di PT Indotech Metal Nusantara. "Perusahaan punya ikatan dengan Karang Taruna. Ketika anggota Karang Taruna penerima SPK limbah meninggal, ternyata limbah scrap diberikan ke orang lain. Karang Taruna menuntut balik," kata Andi.
Sementara itu, Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Karawang Dani Sudirman sangat menyesalkan tindakan anarkis itu. Dia menduga, ada penyusup yang sengaja menciptakan suasana gaduh. Ditambah sikap Presiden Direktur PT Indotech Metal Nusantara Indra Surya Susanto yang inkonsisten dengan keputusannya dalam hak pengelolaan limbah. "Kami kecewa karena aksi anarkis terjadi di luar kendali. Ini sedang kami cari siapa dalangnya," kata Dani.
Meski begitu, di balik peristiwa tersebut ada poin positif yang didapat aliansi LSM dan Karang Taruna. Pasalnya, kata Dani, Kapolres Karawang Andi Herindra telah menetapkan status quo pengeluaran limbah scrap dari pabrik tersebut. "Pak kapolres sudah memerintahkan status quo pengeluaran limbah scrap dari pabrik itu, sampai ada kesepakatan yang pasti," kata Dani. (ops/dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template