Begal Tewas di RSUD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Begal Tewas di RSUD

Begal Tewas di RSUD

Written By Mang Raka on Sabtu, 22 Oktober 2016 | 12.00.00

-Tertangkap Basah Sebelum Sikat CBR

KARAWANG, RAKA - Pelaku kejahatan jalanan kini semakin lihai memperdaya mangsa. Mereka tidak lagi bergaya koboi merampas motor, tapi bermain peran sebagai korban penganiayaan.
Seorang begal yang belum diketahui identitasnya, akhirnya tewas setelah sebelumnya dibawa ke RSUD Karawang dalam keadaan sekarat. Lelaki yang disebut-sebut warga Tangerang itu diduga sebagai salah satu dari tiga kelompok begal, yang hendak merampas Honda CBR bernopol T 3256 NT milik Asep Supriadi (20) warga Kampung Pakuncen, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, di Kampung Babakan Isam tak jauh dari Technomart Galuh Mas Karawang, Jumat (21/10) sore.
Satu yang diduga anggota begal sudah diamankan di Polsek Telukjambe Timur, sedangkan satu pelaku begal lainnya berhasil kabur. Namun sepeda motor Honda Beat bernopol B 6836 PYW sudah diamankan di Mapolsek Telukjambe Timur.
Asep saat ditemui Radar Karawang di kediamannya mengatakan, aksi begal itu terjadi ketika dirinya melintasi Jalan Raya Galuh Mas, tepatnya di depan Cafe Lawang usai fotocopy surat-surat tak jauh dari Unsika. Tiba-tiba pelaku mempertanyakan apakah dirinya merupakan anggota geng CBR. Sebab, salah seorang pelaku yang kini sekarat di RSUD, itu mengaku jika adiknya telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukaan geng tersebut. "Sambil bertanya dia terus memepet hingga saya berhenti," katanya.
Kemudian, lanjut Asep, pelaku mempertanyakan asal kampung. "Kamu anak mana?" tanya pelaku seraya mengaku warga Babakan Isam. Pelaku mengajak korban untuk melihat kondisi adiknya yang juga sekarat di rumahnya akibat dianiaya. Tetapi sebelum sampai yang disebut pelaku, korban dan pelaku terlebih dulu ngobrol di lapangan samping Futsal 212. "Waktu ngobrol bahasanya lemah lembut, sehingga saya sempat tidak curiga terhadap mereka," katanya.
Kemudian pelaku bercerita bahwa adiknya tersebut ditusuk gantungan kunci motor yang tajam. Sehingga pelaku meminta korban memperlihatkan kunci motor, lalu memeriksanya. Selain itu, pelaku juga melihat STNK, kemudian mengamankannya. Selanjutnya, pelaku mengajak korban seolah-olah ke rumah pelaku. "Ternyata semua itu hanya untuk mengalihkan perhatian, agar saya terlena. Melihat gelagat itu, saya langsung memegangi tubuh pelaku hingga akhirnya saya meneriaki pelaku," lanjutnya.
Warga yang mendengar teriakan tersebut, langsung bereaksi dan mengejar pelaku. "Saya sendiri langsung pulang ke rumah bersama ketua RT Dedi Triadi, yang datang ke lokasi setelah mendapat info dari temannya," tuturnya. (ops)

Berbagi Artikel :

2 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template