Bawa Tanah Merah Tanpa Penutup, Truk Pengangkut Makin Seenaknya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bawa Tanah Merah Tanpa Penutup, Truk Pengangkut Makin Seenaknya

Bawa Tanah Merah Tanpa Penutup, Truk Pengangkut Makin Seenaknya

Written By ayah satria on Kamis, 06 Oktober 2016 | 17.32.00

PROYEK pengurugan tanah ternyata dirasakan membawa dampak negatif bagi masyarakat yang dilalui truk-truk pengangkut tanah merah proyek tersebut. Mereka menuding akibat pengangkut truk itu, ceceran tanah merah selalu mengotori jalanan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Maman, tokoh masyarakat Rengasdengklok mengeluhkan tindakan truk pengangkut tanah yang tidak menggunakan terpal penutup sehingga mengakibatkan ceceran tanah mengkotori jalanan. "Coba lihat saja, hampir disetiap sudut jalan ada tanah merah yang terjatuh, jelas saja keadaan ini membuat kotor lingkungan,"kata dia mengeluhkan.
Tak hanya mengotori, ceceran tanah merah itu juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas. Apalagi jika tanah merah itu tersiram air sehingga mengakibatkan ruas jalan menjadi sangat licin. "Sudah banyak contoh, kalau tanah merah itu dibiarkan dipinggir jalan, trus kena air, licinnya bukan main serta sangat berbahaya buat pengendara sepeda motor. Kalau tidak hati-hati mereka bisa terjatuh,"tandasnya.
Oleh karena itu, setiap pengusaha ataupun pemborong yang tengah melakukan kegiatan pengurugan hendaknya memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keselamatan warga. "Seharusnya kalau mereka bawa tanah merah apalagi lokasinya jauh dan melewati beberapa tempat, pakai terpal dong, jangan dibiarkan melompong begini. Kalau melompong otomatis tanahnya juga pada jatuh,"katanya memberikan saran.
Berdasarkan pengetahuan dia, pengurugan itu dilakukan di salah satu desa di wilayah Pedes. Ia mendengar, tengah ada proyek yang tengah digarap. "Makanya tolonglah, kalau bisa cara pengangkutannya dibenahi supaya tidak menimbulkan masalah di tengah-tengah warga," pintanya.
Selain itu, over Loading atau kelebihan muatan pada kendaraan berat seperti truk yang sering melintasi jalan-jalan sepanjang wilayah utara Karawang sering menjadi penyebab kerusakan jalan dan rentan memicu terjadinya kecelakaan. Hal ini diperparah dengan lemahnya proses pengawasan dan penegakan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang batas muatan yang diperbolehkan. Warga Diminta memahami pedoman berlalu-lintas yang baik agar tidak menimbulkan kecelakaan.
Dikatakan oleh aktivis Karawang Yudi Yudistira menjelaskan bahwa terkait permasalahan kelebihan muatan tersebut Dinas Perhubungan harus melakukan pengawasan optimal sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009. "Kita meminta agar dinas perhubungan dan pihak kepolisian dapat bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik, masalah over loading atau kelebihan muatan ini harus segera diatas,” ucap dia.
Dirinya menegaskan bahwa, para tengkulak maupun petani yang selama ini memanfaatkan akses jalan masyarakat agar dapat memahami secara utuh aturan main pemakaian jalan, mengingat  kebanyakan kerusakan jalan diakibatkan oleh truk-truk bermuatan tinggi. "Makanya sekali lagi, Dishub harus tegas, itu saja kuncinya.Dishub pun berhak untuk melakukan punishment terkait administrasi mobil yang kedapatan melanggar, baik pencabutan KIR kendaraan maupun yang lainnya. Kalau memang nanti diketemukan sebuah pelanggaran yang berat, ya silahkan serahkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya menambahkan.
Dirinya pun memberikan solusi terkait banyaknya angkutan muatan berskala berat yang selama ini lolos dari proses pemeriksaan. "Jumlah personil dan petugas dilapangan saya pikir harus ditambah dan diarahkan agar mereka berlaku tegas terhadap para pelanggar," katanya. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template