Banyak TKI Pulang Bawa Anak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak TKI Pulang Bawa Anak

Banyak TKI Pulang Bawa Anak

Written By Mang Raka on Selasa, 11 Oktober 2016 | 14.00.00

- Anak Sering Tanyakan Keberadaan Bapak

RENGASDENGKLOK,RAKA- Dusun Cikelor Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok barang kali selalu di konotasikan negatif bagi sebagian besar masyarakat. Sebab, di lokasi itu pula lah, banyak PSK yang biasa "berjajar" di lokalisasi tersebut.
Namun, selain dikenal sebagai tempat PSK menjaja cinta, dusun itu sejatinya juga menjadi penyetok Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri. Dibenak mereka, pantang melacur jika tenaga masih tersisa. Banyak diantara mereka yang kemudian mengadu nasib di negeri orang untuk mendulang rupiah dan membawa pulang banyak fulus. Ironisnya, tak hanya itu, bahkan ada juga diantara mereka yang pulang membawa keturunan ke tanah air. Anak-anak peranakan arab itu justru terlantar dan menderita setelah dilahirkan akibat kondisi ekonomi ibunda yang terpuruk. Lebih menyayat hati, balita itu bahkan tak mengenal ayahnya sendiri.
Ati, (25) wanita asli Dusun Cikelor misalnya, wanita yang notabene perawan sebelum diberangkatkan ke Riyadh, Arab Saudi justru pulang ke Indonesia dengan membawa bayi dalam kandungan. "Jadi dia disana berkenalan dengan Akram, seorang warga Pakistan yang bekerja sebagai supir pribadi. Keduanya sering bertemu karena kebetulan mereka bekerja di rumah majikan yang sama, sampai akhirnya benih-benih cinta pun muncul. Oleh majikannnya, mereka pun dinikahkan," kata Mimin, ibunda Ati mengisahkan.
Ati, berangkat ke Riyadh pada tahun 2009, lalu kembali ke Indonesia pada tahun 2011. "Waktu pulang, dia hamil sama orang Pakistan itu. Kemudian ngelahirin disini, anaknya dikasih nama Faizal Akram, diambil dari nama bapaknya,"sambung nenek itu seraya menggendong Faizal di pangkuannya.
Semenjak lahir hingga kini Faizal berusia 2,5 tahun, bapaknya belum pernah sekalipun menghubungi keluarga tersebut. Mengingat, Ati memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Riyadh. "Semenjak anak ini lahir, gak pernah komunikasi, ngasih kabar ataupun ngirim uang. Bapaknya cuma dua kali ngirim itupun waktu melahirkan. Pertama ngirim hanya 1 juta, yang kedua 700 ribu," sesalnya.
Jauh dari lubuk hati Mimin, ia tak tega melihat cucu kesayangannya itu. Apalagi jika ia menanyakan ayahnya. "Terkadang suka ajak becanda, bapaknya di arab,"singkatnya. Oleh karena itu, terkadang tetangganya pun iseng bertanya soal keberadaan ayah Faizal, bocah 3 tahun itu pun refleks menjawab, "Di ayab, di ayab (di Arab-red)," kata Mimin menirukan ucapan cucunya tersebut.
Ati sendiri hanyalah merupakan perempuan lulusan SD yang terhimpit kondisi ekonomi yang akhirnya memaksanya pergi ke luar negeri. "Sehingga ketika dia di nikahi oleh ayahnya Faizal, dia mau saja. Padahal, si Akram itu sudah punya istri dan 3 anak," ungkapnya. Kini, Ati dan Mimin hanya bisa pasrah meratapi nasib yang menimpa Faizal. "Ya kalau Allah mengizinkan, mudah-mudahan dia bisa dipertemukan dengan ayahnya. Namun sampai sekarang, kita aja gak tahu harus menghubungi ayahnya menggunakan apa, surat atau pun telepon kita gak tahu," tutupnya. Kini, Ati memilih bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan setelah Mimin tidak mengizinkannya kembali untuk kerja di luar negeri.(fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template