Banyak Petani Serobot Lahan PJT II - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Petani Serobot Lahan PJT II

Banyak Petani Serobot Lahan PJT II

Written By Mang Raka on Rabu, 19 Oktober 2016 | 12.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA- Saat pendataan aset tanah milik Perusahaan Jasa Tirta (PJT), petugas pengairan mengaku kesulitan melakukan pendataan lantaran banyak perbatasan fisik tanah pengairan diserobot petani untuk memperluas lahan sawah maupun bangunan.
Ini diakui Staf Pengamat PJT II Komarudin di sela-sela Gerakan Penyuluhan Percepatan Tanam (GPPT) Kecamatan Lemahabang. Dirinya mewanti-wanti para petani agar batas tanah pengairan tidak diserobot, bahkan dicangkul terlalu jauh. Sebab, selain mengancam kelongsoran di saluran air, hal ini menyulitkan petugas saat pendataan aset milik PJT II selama ini. Dulunya jalanan untuk akses petani dari pengairan tanggul biasanya bisa masuk untuk kendaraan roda empat, sekarang ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja akibat penyempitan. "Jangan terlalu jauh mencangkul lahan-lahan pengairan, banyak dampaknya selain longsor dan semakin sulit dilalui bongkar muat gabah, juga petugas kesulitan pendataan aset milik PJT II," ungkap dia.
Ia menambahkan, petani tidak pula merepotkan kepala desa dan rekanan meminta penurapan di saluran-saluran irigasi. Sebab, ada kejadian, di salah satu desa sampai rekanannya kesulitan memasang bebatuan untuk turapnya, karena tidak ada batas fisik yang jelas. Jika sudah demikian, pembangunan penurapan bisa terhambat dan membuat kades maupun rekanan bingung akibat batas-batas tanah pengairan banyak dicangkul habis petani. Dirinya selalu memantau bersama pengamat soal air dan kondisi fisik di lapangan. Ia berharap kades dan masyarakat siaga melaporkan jika ada pengamat dari PJT II ini malas-malasan bekerja, karena mereka sudah diurus PJT dan siap dipecat. "Jangan sampai merepotkan kades dan pemborong juga, karena ada pula yang kesulitan memasang bebatuan dimana, karena tidak ada fisik batasnya," kata dia.
Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Lemahabang Dedi mengungkapkan, banyak garapan program di tahun 2017 yang bermanfaat bagi petani, selain Alat Mesin Tani (Alsintan), juga ada bantuan benih buah-buahan jambu kristal di bidang tanaman holkikultura. Di samping juga sarana infrastruktur seperti Jaringan Terpadi Usaha Tani (Jitut) untuk penurapan saluran irigasi. Ia sepakat dengan PJT II, agar kiranya tanah dan lahan pengairan yang biasanya berupa tanggul, untuk tidak diserobot tapal batas-batasnya, bahkan bisa mengancam penyempitan lebih meluas. Karena itu, sebelum program turun untuk infrastruktur ini, ia berharap saluran-saluran air ini bisa dibenahi dulu yang menyempit dan dangkal. "Banyak yang dangkal, itu dibenahi dulu, jangan sampai menyerobot lahan pengairan," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template