Banyak Perumahan Ditelantarkan Pengembang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Perumahan Ditelantarkan Pengembang

Banyak Perumahan Ditelantarkan Pengembang

Written By Mang Raka on Rabu, 12 Oktober 2016 | 13.30.00

KOTABARU, RAKA - Tokoh masyarakat Kotabaru, Yarhadi SH, meminta agar Pemerintah Kabupaten Karawang menertibkan administrasi dan prosedural perumahan yang dibangun di Kotabaru. Pasalnya, dari sekian banyak perumahan, hanya beberapa saja yang sudah melakukan pelimpahan fasilitas sosial dan umum ke pemerintah daerah.
"Perumahan di Kotabaru gak tertib. Makanya sering jadi permasalahan. Lebih parahnya, dari sekian banyak perum yang ada di Kotabaru. Hanya beberapa saja yang sudah melimpahkan fasos-fasumnya ke pemda," ujar Yarhadi kepada Radar Karawang, Selasa (11/10).
Dia menyampaikan, banyak pengembang yang datang ke Kotabaru hanya mengambil untung saja. Setelah dapat untung banyak, pengembangnya kabur meninggalkan perumahan yang sudah dibangun begitu saja. Seolah tidak lagi memiliki kewajiban lain, yaitu untuk menyerahkan fasos dan fasumnya ke pemda. "Banyak pengembang yang gak tanggung jawab. Setelah membangun, terus ditinggalkan begitu saja," paparnya.
Hal itu diakibatkan tidak selektifnya pemerintah daerah, bahkan sampai pemerintahan desa saat mengeluarkan perizinan untuk membangun perumahan. Sehingga siapapun yang punya lahan bisa membangun perumahan, hanya karena melihat bahwa Kotabaru merupakan zona permukiman.
"Tidak dilakukan kajian secara detail terlebih dahulu. Bahkan tidak ada komitmen dengan pengembang untuk bisa melakukan pembangunan smapai pada tahap akhir. Yaitu menyerahkan fasos dan fasumnya ke pemda," ujarnya.
Padahal, tambah Yarhadi, itu menjadi kendala bagi pembangunan Karawang. Karena perumahan yang tidak melakukan pelimpahan atau penyerahan ke pemda. Maka tidak akan bisa menerima bantuan terutama bantuan fisik yang sumber anggarannya dari pemerintah. "Inikan jadi penghambat. Disatu sisi perumahan jalannya dan sarana umumnya buruk. Tapi dilain sisi pemda gak punya dasar hukum yang kuat untuk menyalurkan bantuannya ke perumahan, yang belum melakukan penyerahan atau pelimpahan tersebut," ujarnya.
Seperti yang terjadi di Perum Rancamanyar, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, saat ini kondisi sosial kemasyarakatannya cukup memanas, akibat adanya rencana pengambilan anggaran dari warga untuk menyelesaikan tugas yang seharusnya dilakukan oleh pengembang, yaitu penyerahan fasos-fasum ke pemda. "Rencananya sih bagus. Tapi yang kami gak sepakat, di surat undangan terdapat nominal yang akan dikenakan ke warga untuk proses pelimpahan," ujar Dadan Aryanto (42), warga Perum Rancamanyar, Blok A6 no 6.
Lebih anehnya, tambah Dadan, kalau diakumulasikan diperkirakan anggaran yang akan terkumpul itu sekitar Rp 200 juta. Karena untuk warga tetap direncanakan dikenakan biaya Rp 300.000, dan warga tidak tetap sebesar Rp 150.000.
Kades Wancimekar, Alih Miharja mengatakan, pemerintahan desa secara lisan sudah mendapat laporan dari ketua RT setempat. Tetapi kaitan dengan besaran anggaran yang direncanakan, dia tidak tahu. "Tapi sebenarnya rapatnya juga belumkan. Baru akan digelar hari Jumat. Ini artinya belum ada kesepakatan," ujarnya.(zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template