Banjir Lagi..Banjir Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banjir Lagi..Banjir Lagi

Banjir Lagi..Banjir Lagi

Written By Mang Raka on Senin, 31 Oktober 2016 | 20.30.00

-Drainase Buruk, Sungai Dangkal

KOTABARU, RAKA - "Banjir lagi..banjir lagi." Ungkapan itu kerap diutarakan warga Perumahan Pondok Mekar Indah (PMI) 2, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, setiap musim hujan datang.
Warga PMI 2 Blok F, Asep Saepudin mengatakan, setiap musim hujan selalu was-was dilanda banjir. Karena setiap turun hujan, rumah yang ditempatinya dipastikan kebanjiran. "Ini mah banjir langganan. Kalau hujan gede aja. Sudah pasti banjir," ujarnya kepada Radar Karawang, Minggu (30/10).
Ia melanjutkan, penyebab banjir PMI 2 karena posisi perumahan berada lebih rendah dibanding dataran yang ada di sekelilingnya. Kemudian saluran drainasenya kecil, sehingga tidak bisa menampung debit air yang tinggi saat turun hujan. Solusi terbaiknya adalah dilakukan pelebaran saluran drainase, agar bisa menampung debit air yang tinggi saat turun hujan. "Kalau drainasenya bagus, tidak ada lagi rasa khawatir bagi warga. Jadi bisa tenang, bisa fokus menjalankan aktivitasnya masing-masing," ujarnya.
Bencana banjir rutin juga melanda beberapa titik di wilayah Kotabaru dan Cikampek, seperti banjir yang terus dikeluhkan karena menghambat aktivitas para pengguna jalan, adalah banjir yang menggenangi jalan depan SMAN 1 Cikampek. Belum lagi di depan TBBM Dawuan, Cikampek, dimana saat turun hujan deras, secara otomatis jalan akan tertutup oleh air. Sehingga tidak sedikit kendaraan terutama sepeda motor yang mogok karena tingginya air. "Kalau hujan besar. Jalan dawuan banjir. Banyak yang mogok. Terus pasti macet. Itumah sudah menjadi banjir rutin," ujar warga Perum Purwasari Regency, Ahmad Zen Fathoni.
Lain dari itu, ada juga perumahan umum yang sering dilanda banjir saat memasuki musim penghujan. Seperti perum BMI 1 dan 2, yang masuk Desa Dawuan Tengah dan Dawuan Barat. Tidak tanggung-tanggung, bisa ratusan rumah terendam akibat kebanjiran yang bersumber dari luapan Sungai Cikaranggelam. "Kalau musim hujan. Warga BMI harus siap-siap menghadapi banjir. Itumah gak tuntas-tuntas, terutama mereka yang rumahnya dekat dengan saluran sungai atau sipon Cikaranggelam," ujar tokoh masyarakat Cikampek, Yusuf Nurwenda.
Dia menyampaikan, pemerintah harus mampu menuntaskan persoalan banjir yang sudah sangat merugikan masyarakat. Bahkan janji-janji para pejabat yang biasa disampaikan kepada warga Perum BMI saat terkena banjir, juga tidak pernah terealisasi dengan baik. Karena persoalan banjir tidak pernah tuntas sampai sekarang. "Kalau ada kunjungan pejabat pasti janji banjir akan segera diatasi. Warga tenang saja. Tapi kenyataannya sampai sekarang gak pernah tuntas," pungkasnya.
Hal serupa juga dialami  387 rumah di Desa Pasirawi, Kecamatan Rawamerta. Sebanyak 7 rumah yang paling dekat aliran pembuangan terdampak paling parah.(zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template