Aneh, Ada SPBE Gas Tetap Langka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Aneh, Ada SPBE Gas Tetap Langka

Aneh, Ada SPBE Gas Tetap Langka

Written By Mang Raka on Rabu, 26 Oktober 2016 | 16.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Masyarakat di Kecamatan Lemahabang, Telagasari dan Cilamaya sudah 2 pekan terakhir kelabakan kesulitan mendapati gas elpiji 3 kilogram. Jikapun ada, masyarakat harus menempuh jarak lebih dari 5-10 kilometer dengan harga yang melampaui Harga Eceren Tertinggi (HET).
Geram atas kelangkaan tersebut, tidak sedikit masyarakat menyerbu agen dan pangkalan menanyakan kelangkaan yang berlarut. Warga Desa Karyamukti, yang juga pedagang lauk pauk, Bah Ojo mengatakan, di desanya memang ada SPBE. Sayangnya kelangkaan tetap saja terjadi. Sampai-sampai masyarakat mencari-cari gas elpiji ke desa lain.
Itupun tidak cukup 1 hari, butuh waktu 3 hari sampai dipastikan gas melon itu ada. Dirinya pusing, karena meskipun delivery order (DO) cukup di stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE), warga tidak bisa mengambil gas langsung ke SPBE karena menyalahi prosedur, meskipun kondisinya langka sekalipun.
Sesekali ada di pangkalan atau depot, langsung diserbu masyarakat. Padahal dirinya dan istri harus masak lauk pauk yang biasa didagangkan, dan rela terhenti dua hari karena ketiadaan gas. "Jangan dikira desa dekat SPBE mudah mendapatkan gas, tapi sama-sama sulit," gumamnya.
Disisi lain, jika beralih kembali ke kayu bakar, selain musim hujan, juga tidak ada lagi minyak tanah. Memang sambung Ojo, kemarin saat warga menyerbu pangkalan harganya Rp 16 ribu per tabung 3 kg, tapi kabarnya sulit didapat juga. Kalau di agen bisa sampai Rp 25 ribuan per tabung. "Saya dagang makananan olahan dua hari gak dapat gas, sampai ada yang nyari ke Lemahmukti, kan gila ini," sesalnya.

Kaur Trantib Desa Pulokalapa...... mengatakan, pangkalan-pangkalan gas terdeteksi melakukan kecurangan yang membuat marah masyarakat. Meskipun sebatas cemoohan, pangkalan gas yang ada di Pulokalapa atas nama
PT Rahma Alamada Bersinar di Dusun Krajan II RT 001/02 diduganya menjual gas ke luar desa. Atas kondisi ini, ia meminta aparat kepolisian dan pemerintah bertindak cepat tangani kelangkaan gas yang selama ini menyulitkan masyarakat. "Pangkalan di kita diduga menjual gas keluar Desa Pulokalapa, ini jadi cemoohan warga yang sedang sengsara mencari gas, apa maksudnya," ungkapnya.
Kades Karyamukti Idha Komara mengatakan, DO di SPBE yang ada di desanya sebenarnya sudah normal-normal saja. Ia menduga, permainan di pangkalan gas semakin menggurita baru-baru ini. Ia pertanyakan, apakah pasokan di pangkalan gas itu cukup atau kurang sebenarnya. Jika kurang tambahnya, segera tambah atau jika cukup mengapa harus langka. Untuk itu dia meminta media, aparat dan pemerintah segera mendobrak pangkalan atau depot yang diduga bermain-main soal gas untuk masyarakat kelas bawah ini. "Di SPBE mah kiriman cukup, harusnya di pangkalan juga cukup, ada apa kok bisa langka? Ini yang harus didobrak," ungkapnya.
Kepala Cabang PT Rahma Alamanda Bersinar Entis saat dikonfirmasi terkait pasokan yang masuk beberapa pangkalannya mencukupi atau tidak, pihaknya mengklaim kalau pasokan dari pangkalan tetap aman. Tapi dirinya mengaku tidak mengerti  masyarakat masih saja ada yang keliaran mencari gas. "Kalau pasokan dari kita aman pak, tapi masyarakat masih saja ada yang keliaran mencari gas," katanya menjawab konfirmasi lewat pesan singkat. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template