Akibat Bentrok di Telukjambe, 13 Petani Tersangka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Akibat Bentrok di Telukjambe, 13 Petani Tersangka

Akibat Bentrok di Telukjambe, 13 Petani Tersangka

Written By Mang Raka on Jumat, 14 Oktober 2016 | 18.08.00

- STN Lapor Komnas HAM

KARAWANG, RAKA - Bentrokan di Kampung Cisadang, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Selasa (11/10) lalu, berbuntut panjang.
Penyidik Satreskrim Polres Karawang menetapkan 13 dari 52 petani Telukjambe Barat, yang terlibat pengeroyokan terhadap 20 anggota satpam PT Pertiwi Lestari. Sedangkan petani yang tidak terlibat langsung dipulangkan.
"Kami sudah menetapkan 13 dari 52 petani Telukjambe Barat sebagai tersangka," kata Kanitreskrim Polres Karawang AKP Hairullah kepada Radar Karawang, Kamis (13/10).
Meski begitu, kata Hairullah, jumlah tersangka tidak tertutup kemungkinan akan bertambah. "Itu bisa saja, tergantung hasil pengembangan. Sebab, keterangan tersangka masih kami dalami," tambahnya.
Hairullah mengaku, di antara ke 13 tersangka, terdapat dua yang berstatus di bawah umur. Terkait anak di bawah umur itu, pihaknya akan memperlakukan mereka sesuai dengan Undang-undang Peradilan Anak. "Ruang tahanan anak tersebut kita pisahkan dari orang dewasa, dan berkas perkaranya akan secepatnya kita limpahkan ke kejaksaan," terang Hairullah.
Sementara itu, Ketua Umum KPP Serikat Tani Nasional Ahmad Rifai menyesalkan tindakan pihak PT PL yang memicu kemarahan ratusan petani Telukjambe Barat. "Saya yakin, petani tidak akan marah jika PT PL hanya melakukan pengerasan jalan saja. Sebab, dalam kenyataannya, PT PL tidak melakukan pengerasan dari arah Dusun Cisadang ke Kiara Hayam, melainkan membuka jalan yang baru dengan dalih untuk menggusur petani dari kampung dan ladangnya," bebernya dalam siaran pers yang diterima Radar Karawang, Kamis (13/10).
Dikatakannya, petani sama sekali tidak melakukan penghadangan. Tapi aksi tersebut merupakan aksi spontanitas setelah melihat pihak PT PL menggusur ladang petani, terutama saat ekskavator menumbangkan pohon nangka, dan nyaris menimpa rumah salah seorang petani. "Rumah Pak Ulung hampir tertimpa, sehingga memicu para petani berhamburan ke arah rombongan PT PL," ujarnya.
Dia melanjutkan, saat itulah ada warga atas nama Enjam ditarik orang-orang PT Pertiwi Lestari dan dipukuli. Sedangkan warga lainnya berusaha melindungi Enjam hingga terjadi saling dorong. "Karena kalah banyak, orang-orang PT PL lari dan banyak terjatuh hingga kepala terbentur batu. Ada juga masuk ke lubang galian, sementara pihak Brimob mengeluarkan tembakan tiga kali hingga massa bubar," lanjutnya.
Dia menegaskan, petani sama sekali tidak melakukan penyerangan. Bilaada korban dari PT Pertiwi Lestari, sambung dia, itu murni pembelaan diri petani atas penyerangan pihak PT Pertiwi Lestari, yang menimbulkan korban di kalangan petani. "Pak Enjam, Ulung, Panji dan Hendi menderita luka di bagian kepala," tambahnya.
Ahmad menilai, tindakan pihak kepolisian cenderung berpihak kepada pihak PT PL. Sebab, sebelumnya juga ada petani yang menjadi korban pemukulan oleh pihak PT PL. "Kami akan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM dan Mabes Polri," tandasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template