5 Orang Ditipu Penyalur Tenaga Kerja - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 5 Orang Ditipu Penyalur Tenaga Kerja

5 Orang Ditipu Penyalur Tenaga Kerja

Written By Mang Raka on Senin, 31 Oktober 2016 | 20.31.00

KARAWANG, RAKA - Mati satu tumbuh seribu. Tertangkap satu, muncul calo tenaga kerja lain. Seperti yang dialami lima calon tenaga kerja dari luar Karawang, ditipu dua pelaku yang mengaku mampu mencarikan pekerjaan di salah satu perusahaan otomotif, yang berlokasi di Karawang International Industrial City (KIIC). Akibatnya, uang administrasi sebesar Rp 5 juta yang sudah diserahkan sebelumnya dibawa kabur pelaku.
Kelima pencari kerja yang bernasib malang itu masing-masing Wardinan (19) dan Suwardi (19), keduanya warga Cilacap Jawa Tengah, Sudarsono (20) warga Cirebon, serta Reni Andini (20) Nurhulatipah (21) dan Dewi Astuti (19) warga Kabupaten Indramayu. Meski begitu, kelima korban belum melaporkan perbuatan kedua korban ke aparat kepolisian, dengan berbagai alasan.
Dewi Astuti mengatakan, aksi penipuan tersebut terjadi ketika mereka mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Disnakertrans) Karawang, Selasa (24/10) lalu, untuk mencari informasi lowongan kerja. Tiba-tiba salah seorang pelaku mendatangi mereka saat nongkrong di depan toko fotocopy, yang tak jauh dari kantor tersebut. Setelah bertegur sapa dan mengetahui keinginan mereka, pelaku menawarkan pekerjaan dengan catatan harus menyerahkan uang sogokan sebesar Rp 5 juta per orang. "Saya dan teman-teman setuju saja, asal bisa dapat kerjaan," kata Dewi kepada wartawan, Minggu (30/10) kemarin.
Untuk memuluskan aksinya, pelaku selanjutnya mengajak kelima korban untuk menemui pelaku lainnya, di daerah Perumnas Telukjambe Timur dengan alasan untuk mempercepat mendapatkan pekerjaan. Maklum, pelaku yang tinggal di Perumnas Telukjambe tersebut diklaim memiliki akses langsung dengan HRD di pabrik otomotif tersebut. Sehingga, ketika pelaku menawarkan harus menyerahkan uang administrasi sebesar Rp 1 juta bagi calnaker yang ingin cepat dapat kerjaan, kelima calnaker tersebut langsung setuju. "Sembari menyerahkan berkas lamaran, kami pun menyerahkan uang masing-masing Rp 1 juta per orang, hari itu juga," lanjut Dewi
Dewi mengaku sangat yakin mendapatkan pekerjaan setelah menyerahkan berkas dan uang 'admnistrasi' tersebut. Apalagi, kedua pelaku juga menyerahkan nomor kontak mereka agar bisa komunikasi. Satu dua hari setelah uang diserahkan, nomor kontak kedua pelaku masih aktif. Namun, hari selanjutnya hingga hari ini (kemarin), tak satupun nomor kontak kedua pelaku yang aktif. "Saya dan teman-teman sudah berulangkali menghubungi nomor kontak mereka, tapi tak satu pun yang aktif," kata Dewi curiga
Karena penasaran, jelas Dewi, ia bersama keempat rekannya berusaha untuk mendatangi rumah pelaku yang tinggal di Perumnas Telukjambe Timur tersebut. Meski lupa alamat lengkap rumah tersebut, namun akhirnya rumah pelaku ketemu. Sayangnya, rumah tersebut sudah kosong  dan tak seorang pun diantara tetangganya yang mengetahui kapan dan kemana pelaku pindah. "Kami pun akhirnya sadar jika kedua pelaku merupakan sindikat penipu," ungkapnya.
Sebelumnya, Soleh Yanuar (31) warga Dusun Poponcol, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, melaporkan seorang oknum satpam PT Dean Shoes ke Polsek Cikampek. Selanjutnya, pelaku ditangkap saat berada di sekitar pabrik Astra Honda Motor (AHM) Indotaisei Cikampek. "Pelaku sudah kami amakan," kata Kapolsek Cikampek AKP Doni Satria Wicaksono kepada Radar Karawang, beberapa waktu lalu. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template