229 PAUD Gagal Dapat Bantuan Operasional Pendidikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 229 PAUD Gagal Dapat Bantuan Operasional Pendidikan

229 PAUD Gagal Dapat Bantuan Operasional Pendidikan

Written By Mang Raka on Jumat, 14 Oktober 2016 | 18.05.00

KARAWANG, RAKA - Pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Karawang mengeluarkan Rp 11,7 miliar untuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP).
Dana tersebut dialokasikan untuk 971 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah Bidang Pendidikan Nonformal, dan Informal (PNFI) Disdikpora Karawang.
Kepala Bidang PNFI Disdikpora Karawang, Amid Mulyana mengatakan, anggaran BOP ini akan dikirim langsung ke rekening sekolah masing-masing. Ia menjamin tidak akan terjadi potongan atau pungutan liar.  "Kami sudah sebar edaran penyaluran BOP nomor 421.1/2430/PNFI yang ditandatangani oleh kepala Disdikpora Karawang," ujarnya, Kamis (13/10).
Amid menjelaskan isi edaran itu, antara lain menegaskan jika Disdikpora tidak memungut biaya untuk penyaluran BOP. Lewat surat itu, pihaknya juga menginstruksikan agar jajaran UPTD PAUD/SD beserta penilik, memfasilitasi PAUD yang mengalami kesulitan dalam pencairan dana. "Jika ada pihak yang mengatasnamakan Disdikpora, atau pihak-pihak yang melakukan pungutan, segera laporkan ke kami," ujarnya.
Ia melanjutkan, meski ada 1.200 lebih satuan pendidikan PAUD di Karawang, hanya 971 lembaga yang mendapat bantuan. Itu karena syarat mendapatkan BOP harus terdaftar melalui data pokok pendidikan (dapodik), dan memiliki Nomor Pokok Satuan PAUD Nasional (NPSPN). Syarat lainnya adalah, jumlah siswa di satuan pendidikan PAUD tidak kurang dari 12 orang, dan tidak lebih dari 20 orang. "Artinya, jika sekolah tersebut memenuhi dua syarat di awal, namun jumlah siswanya kurang, sekolah itu tidak mendapat BOP. Sebaliknya, jika sekolah memenuhi dua syarat, tapi jumlah siswanya lebih dari 20 orang, misalkan jumlahnya 50 orang, maka hanya 20 siswa yang mendapatkan BOP,"katanya.
Masih menurut Amid, pembagian BOP berdasarkan kalkulasi jumlah siswa dikali satuan biaya. Per satuan biaya adalah Rp 600 ribu. "Alokasi dari pusat bergantung kepada jumlah sekolah yang terdaftar di Dapodik. Jadi, jumlah alokasi tiap-tiap kabupaten berbeda-beda," tambah Amid.
Berdasarkan Permendikbud Nomor 2 Tahun 2016, tujuan  pemberian  bantuan BOP PAUD adalah untuk meningkatkan layanan PAUD berkualitas  dalam bentuk Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD sejenis di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, yang diselenggarakan oleh individu, kelompok, yayasan, organisasi maupun pemerintah daerah. "BOP dimanfaatkan untuk mendukung operasional penyelenggaraan PAUD secara efektif dan efisien," pungkas Amid. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template