1.360 Masjid Rawan Digugat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 1.360 Masjid Rawan Digugat

1.360 Masjid Rawan Digugat

Written By Mang Raka on Senin, 03 Oktober 2016 | 19.08.00

-Status Lahan Belum Bersertifikat

KARAWANG, RAKA - Sebagian besar masjid di Kabupaten Karawang belum tertib administrasi, sehingga rawan memunculkan sengketa kepemilikan di kemudian hari.
Kaum muslim seringkali kurang memperhatikan aspek hukum dalam mendirikan masjid. Sampai kini masih banyak masjid berdiri tanpa sertifikat kepemilikan yang jelas. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, dari 1.545 masjid yang terdata Kementerian Agama, ada 1.360 masjid status tanahnya wakaf. Sedangkan masjid yang yang sudah sertifikat hak milik ada 34 masjid dan sisanya berstatus girik.
Umumnya tanah-tanah wakaf ini diwakafkan oleh pemiliknya untuk mendirikan masjid. Meski hampir semua warga setempat mengetahui bahwa tanah itu sudah diwakafkan, tapi fenomena ini di kemudian hari dapat memunculkan sengketa kepemilikan dan permasalahan hukum. Bahkan keberadaan masjid bisa terancam dibongkar atau dijual. "Alhamdulillah kalau Masjid Baitul Falihin, tempat kami salat sudah punya sertifikat," ujar Asep (34) warga Perumahan Resinda kepada Radar Karawang, Minggu (2/10) kemarim.
Menurut Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Jabar, Zulkarnain, dari 162 ribu masjid dan mushola yang ada di Jabar, sebanyak 60 persen belum memiliki aspek legal berupa sertifikat tanah dan bangunan. "Jadi, bisa bermasalah dengan hukum," ujar Zulkarnain.
Menurutnya dengan kondisi tersebut, rata-rata masjid selalu bermasalah dengan hukum. Karena, ahli waris pihak yang mewakafkan menjual tanah masjid tersebut. karena merasa memiliki sertifikat tanah wakaf itu. "Tanah itu diberikan orangtuanya secara lisan, lalu dijual oleh anaknya. Sertifikat tanahnya tidak dimiliki masjid jadi mereka yang menang," katanya.
Ke depan, kata dia, DMI Jabar akan bekerja sama untuk meminimalisasi masalah ini. Menurutnya DMI Jabar lewat DMI kabupaten/kota akan menginventarisasi berapa jumlah masjid yang belum disertifikat di setiap kecamatan dan desa. Termasuk, pihak Pemprov Jabar akan memberikan bantuan. "Insya allah didorong, untuk memfasilitasi aspek legal kepemilikan tanah. Gubernur mengarahkan juga kami untuk datang ke BPN," katanya.
Menurutnya, biaya pensertifikatan akan dikeluarkan dewan kemakmuran masjid dan kemungkinan juga bantuan dari Pemprov. Selain sertifikat, masjid juga jarang punya IMB karena masjid langsung dibangun. "Selama ini kita sujud, ruku tapi tanahnya tidak bersertifikat," katanya.
Di sisi lain, pembangunan masjid yang terus menunjukan tren positif, juga harus dibarengi oleh kualitas ibadah umat Islam. Seperti yang akan dilakukan di Masjid Agung. Rencananya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Karawang sudah menyiapkan dana senilai Rp 30 miliar, untuk merenovasi masjid yang disebut-sebut tertua di Karawang. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Agung Karawang Acep Jamhuri mengatakan, renovasi masjid diperlukan, karena pada waktu tertentu sudah tidak bisa menampung umat yang ingin beribadah. "Jamaah sampai meluber hingga ke halaman dan jalan. Sehingga kami pikir, harus diadakan perluasan," kata Acep. (psn/sn)


Status Lahan Masjid

1.360 masjid 
Tanah Wakaf

34 masjid
Lahan sudah bersertifikat

151 masjid
Lahan girik

Masjid yang Terdata Kemenag
1.545 masjid  
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template