Ziarah Kubur Tradisi Idul Adha di Kampung Cipeuteuy - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ziarah Kubur Tradisi Idul Adha di Kampung Cipeuteuy

Ziarah Kubur Tradisi Idul Adha di Kampung Cipeuteuy

Written By Mang Raka on Selasa, 13 September 2016 | 15.30.00

TEGALWARU, RAKA - Warga Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, memanfaatkan momentum Hari Raya Kurban dengan berziarah ke makam keluarga masing-masing. Aktivitas ini banyak dilakukan usai salat Idul adha, Senin (12/9).

Tradisi ini rutin dilakukan masyarakat kampung Cipeuteuy. Ziarah dilakukan ke beberapa tempat pemakaman umum yang ada di wilayah Kecamatan Tegalwaru. Seperti di tempat pemakaman umum Batok kalapa di Cipeuteuy Tonggoh Desa Cintalaksana, serta pemakaman yang lainnya di wilayah Kecamatan Tegalwaru terlihat begitu ramai pagi tadi. Para peziarah juga terlihat membersihkan kuburan sanak saudaranya lalu setelah itu berdoa bersama.
Faisal (32), warga Kampung Pasir Cangkudu, Desa Cintalaksana, mengatakan, pada hari pertama lebaran dirinya berziarah ke makam kakek dan neneknya serta sanak saudara yang lain. Seusai ziarah ia pun melanjutkannya dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga dan kerabat serta handai taulan. "Ritual yang sering dilakukan memang sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat disini. Selepas itu barulah temui sanak famili juga teman-teman. Hal itu cukup membawa rasa persaudaraan bagi kami cukup membuat rasa kekeluargaan kami semakin kental," katanya.
Asep (29), warga lain mengisahkan cerita lain. Pria yang kesehariannya bekerja di pabrik itu sebelumnya juga telah membersihkan makam milik keluarganya. "Sebelumnya sudah dibersihkan, kita taburi pasir lagi di atasnya biar gundukan makamnya tidak hilang," katanya menjelaskan.
Ditempat terpisah ustad Ahmad Aulawi (46) menambahkan, nyekar merupakan hal positif guna mendoakan baik para arwah keluarga maupun para arwah umat muslim pada umumnya.
"Asal jangan pergunakan alasan nyekar untuk kebutuhan yang lain atau riya hingga khusuknya malah membuat kita terperosok dan jadi riya dan yang tampil adalah hal negatif. Mudah-mudahan saran nyekar hanya sebagai sarana kita berdoa kepada sang khalik," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template