Waspada Materai Palsu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Waspada Materai Palsu

Waspada Materai Palsu

Written By Mang Raka on Kamis, 01 September 2016 | 20.39.00

- Masyarakat Diminta Teliti

PURWAKARTA,RAKA - Warga Purwakarta diminta jeli dalam membeli materai. Pasalnya, peredaraan materai palsu disinyalir mulai merambah Purwakarta. Belakangan peredaran materai palsu sudah terungkap di Bandung dan Garut oleh kepolisian setempat.
"Materai merupakan bukti pembayaran pajak dari dokumen resmi. Artinya jika materai dalam sebuah perjanjian yang nantinya digunakan untuk bukti pengadilan itu palsu, maka bisa dianggap perjanjian itu tidak sah, dan harus dilegalisir di kantor pos setempat," kata Ketua Himpunan Advocat Muda Indonesia (HAMI) Cabang Purwakarta, Iwan Gunawan, SH, Rabu (31/8).
Menurutnya, berdasarkan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 13 Tahun 1985 Tentang Bea Materai, fungsi atau hakikat utama materai adalah pajak dokumen yang dibebankan oleh negara untuk dokumen-dokumen tertentu. "Surat pernyataan atau perjanjian yang tidak dibubuhkan meterai tidak membuat pernyataan atau perjanjian tersebut menjadi tidak sah. Akan tetapi, jika Anda memang bermaksud untuk menjadikan surat pernyataan atau perjanjian tersebut sebagai alat bukti di pengadilan, maka harus dilunasi bea materai," bebernya.
Apa saja dokumen yang harus disertai materai, lebih lanjut Iwan mengatakan, dalam ketentuan pasal 2 ayat 1 undang-undang tersebut di atas, telah dijelaskan apa saja dokumen yang dikenakan bea materai. "Diantaranya; surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata; akta-akta notaris termasuk salinannya; akta-akta yang dibuat oleh PPAT termasuk rangkap-rangkapnya," ujarnya.
Selain itu, tambah Iwan, surat yang memuat jumlah uang lebih dari Rp 1 juta surat berharga seperti wesel, promes, aksep, dan cek yang harga nominalnya lebih dari Rp1 juta dan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun, sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp1 juta, juga harus dibubuhi materai. "Guna menghindari materai palsu, warga disarankan membeli materai di tempat-tempat resmi, seperti kantor pos, perusahaan telekomunikasi atau dimini market," ujar Iwan.
Sementara itu, ketika hendak dikonfirmasi terkait antisipasi adanya materi palsu, kepala Kantor Pos Purwakarta sedang tidak di kantor, sementara karyawan lainnya tidak ada yang bersedia dimintai keterangan. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template