Warga Kutalanggeng Minta Dibangun Jembatan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Kutalanggeng Minta Dibangun Jembatan

Warga Kutalanggeng Minta Dibangun Jembatan

Written By Mang Raka on Rabu, 07 September 2016 | 13.30.00

Mak Emoy: Orang Jompo Seperti Saya Bisa Saja Terselip Dicela Jembatan

TEGALWARU, RAKA - Pemerintah Kecamatan Tegalwaru disindir soal jembatan penghubung Kampung Blok Kopi Kulon - Kampung Cinaga, keduanya berada di Desa Kutalanggeng. Jembatan yang menjadi akses perekonomian ratusan warga di kedua kampung tersebut hingga kini masih berupa jembatan bambu gantung. Padahal aktivitas perekonomian di wilayah lumayan tinggi.

Pantauan RAKA dilapangan, Selasa (6/9), saat ini jembatan penghubung tersebut nyaris ambruk dan berbahaya untuk dilintasi. Sementara setiap harinya jembatan itu dipergunakan bukan saja oleh warga tetapi juga anak-anak sekolah yang tinggal di Kampung Blok Kopi Kulon dan Cinaga. Jembatan diatas Sungai Cicaban tersebut dibangun oleh warga namun selalu rusak setiap kali air sungai meluap.
Bahkan informasi yang beredar menyebutkan hingga jembatan terakhir lebih kurang 100 jembatan sudah  mengalami kerusakan tersapu air. "Warga disini (Kampung Blok Kopi Kulon, red) selalu terisolir setiap kali musim hujan," tutur Sanim (55) ketua RT di kampung tersebut, seraya menambahkan bukan cuma masalah jembatan tetapi jalan di kampung itupun masih jalan tanah dan berlumpur jika terguyur hujan.
Jembatan dengan panjang 4 meter dan lebar satu meter itu sekarang ini memerlukan perbaikan karena kondisinya yang sudah lapuk. Sekarang ini warga sudah kebingungan jika hendak menyeberang, khawatir mendadak jembatan ambruk dan mereka terseret arus sungai dibawahnya.
Sanim sendiri mengakui, memang pernah ada informasi pemerintah akan membangun jembatan permanen. Bahkan sudah dilakukan pemotretan namun sampai sekarang tak kunjung ada tindak lanjutnya. "Padahal beberapa kali kondisi jembatan difoto dan saya tidak tahu dari instansi mana, tapi sampai kini pembangunan belum juga terwujud. Pak Camat juga pernah jalan menggunakan motor trailnya tapi tidak ada pembicaraan kapan jembatan akan dibangun. Kadang warga ngeri ketika mau melintas.  Saya khawatir kan banyak juga pelajar SD yang menggunakan jembatan ini," tuturnya.
Emoy (61) nenek asal Kampung Blok Kopi Kulon yang tengah melintas, mengaku takut melintasi jembatan. Namun dia tidak bisa menolak karena jembatan itu satu-satu akses untuk bisa keluar kampung. Emoy menilai pemerintah tidak perduli dengan kondisi warga di kampungnya. Padahal sudah jelas jembatan mau roboh. "Coba kaya saya yang sudah jompo, mungkin bisa saja terselip di antara belahan bambu. Jujur kadang suka malas bepergian keluar rumah, ini karena terpaksa ada salah seorang saudara saya yang tengah selamatan. Makanya saya paksakan gunakan jembatan ini. Harapan saya pemerintah bisa membangun jembatan permanen diatas sungai ini," ucapnya.
Di tempat terpisah, Yanah (37), menuturkan hal sama. Sekitar 200 jiwa usik di kampung itu kondisi nya cukup memperihatinkan karena fasilitas umum yang kurang memadai. Selain jembatan dan jalan juga penerangan jalan pun tidak ada, padahal akses kebutuhan warga pun sama dengan kebutuhan di kampung yang lain. "Pemerintah seolah tutup mata dengan kondisi fasilitas umum disini. Selain warga dewasa, anak-anak kecil yang sekolah di SD bahkan di PAUD pun mesti melintasi jembatan itu. Dan saya malah menuntut secepatnya pemerintah bisa melihat apa yang kami rasakan disini," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template