Usai Minum Air Kecubung, Gadis Digarap Dipinggir Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Usai Minum Air Kecubung, Gadis Digarap Dipinggir Jalan

Usai Minum Air Kecubung, Gadis Digarap Dipinggir Jalan

Written By Mang Raka on Rabu, 21 September 2016 | 12.00.00

KARAWANG,RAKA - Usai minum air kecubung, Bunga digarap DJ dan JN secara bergiliran di pinggir jalan sawah (totoang) di Kampung Prangko, Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Senin (8/8) lalu. Kini,  korban mengalami trauma berat terutama jika mengenang peristiwa tersebut

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Hairullah melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Herwit Yunita mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika Bunga dijemput oleh temannya berinisial MR dan SL menuju  salah satu rumah warga dekat Mushola. Hanya berselang beberapa jam kemudian,  MR dan SL pergi, terutama setelah kedua pelaku datang membawa sebungkus plastik gorengan dan satu botol minuman air mineral. "Air tersebut diketahui rebusan daun kecubung dengan dicampur dua sachet penambah stamina," kata Yunita.
Bunga yang saat itu sudah kehausan langsung meminum air mineral tersebut. Beberapa menit kemudian, air rebusan daun kecubung itu langsung bereaksi yang mengakibatkan kepala Bunga terasa pusing hingga akhirnya pingsan. "Saat itu juga Bunga dicabuli secara bergantian," terang Yunita.
Sehari kemudian,  pengaruh air kecubung itu pun berangsur-angsur hilang. Namun, Bunga terkejut bukan kepalang terutama setelah mengetahui dirinya tidak  mengenakan pakian alias bugil. Kecewa atas perbuatan kedua pelaku,  Bunga langsung melaporkan dan menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada kedua orang tuanya hingga akhirnya diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang, setelah sebelumnya dilakukan visum et repertum (pemeriksaan luar terhadap tubuh korban).
“Setelah pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban, dan didukung dengan bukti surat lainnya, Sabtu (17/9) lalu,  DJ dan JN langsung  kami tangkap. Usai diperiksa, keduanya langsung kami tetapkan sebagai tersangka dan dijerat  pasal 81 dan 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15  penjara dan denda Rp 5 miliar,” jelasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template